Minggu, 17 Mei 2026

Timur Tengah

Israel Libatkan Jin dalam Perang 12 Hari dengan Iran

Presiden AS mengumumkan Donald Trump Akhir bulan lalu, kesepakatan gencatan senjata dicapai antara Israel

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
X @qudsn
Salah satu lokasi di Tel Aviv, Israel. Di mana rudal berat Iran jatuh sebagai bagian dari serangan rudal terkuat pagi ini, Kamis (19/6/2025) 

AS bergabung dengan kampanye Israel pada 22 Juni, menyerang tiga situs nuklir. Iran membalas dengan serangan rudal terhadap sebuah pangkalan udara menampung pasukan AS di Qatar.

Awalnya, Trump mengatakan serangan Iran digagalkan, tetapi setelah gambar satelit menunjukkan kerusakan di pangkalan itu, Pentagon mengakui bahwa salah satu rudal tidak dicegat.

“Satu rudal balistik Iran berdampak pada Pangkalan Udara Al Udeid pada 23 Juni sementara sisa rudal dicegat oleh sistem pertahanan udara AS dan Qatar, kata juru bicara” Pentagon Sean Parnell kepada Al Jazeera melalui email pekan lalu.

“Dampaknya hanya menimbulkan sedikit kerusakan pada peralatan dan struktur di pangkalan. Tidak ada korban luka.”

Bayi Gaza yang Kelaparan Meninggal saat Israel Membunuh 116 Warga Palestina 

Seorang bayi Palestina meninggal dunia akibat kelaparan di Gaza sementara Israel terus memblokade pasokan bantuan dan menembaki orang-orang yang terpaksa mencari makanan di lokasi-lokasi bantuan kontroversial yang didukung Amerika Serikat yang digambarkan sebagai “perangkap maut”.

Bayi berusia 35 hari itu meninggal dunia akibat malnutrisi di Rumah Sakit al-Shifa Kota Gaza, ungkap direktur Muhammad Abu Salmiya kepada Al Jazeera. 

Bayi yang tidak disebutkan namanya itu adalah salah satu dari dua orang yang meninggal dunia akibat kelaparan di fasilitas tersebut pada hari Sabtu.

“Tiba-tiba kami melihat jip datang dari satu sisi dan tank dari sisi lain, lalu mereka mulai menembaki kami,” ujarnya.

Saksi lain, Mohammed al-Barbary, yang sepupunya tewas dalam penembakan tersebut, mengatakan lokasi GHF adalah “jebakan maut”.

"Siapa pun bisa terbunuh. Sepupu saya tidak bersalah. Dia pergi mencari makanan. Dia ingin hidup. Kami ingin hidup seperti orang lain," kata al-Barbary.

Melaporkan dari Deir el-Balah di Gaza tengah, Hind Khoudary dari Al Jazeera mengatakan keluarga yang berharap mendapatkan sesuatu untuk dimakan malah menguburkan orang yang mereka cintai.

GHF membantah bahwa pembunuhan pada hari Sabtu terjadi di lokasi mereka, dan mengklaim kejadiannya “beberapa kilometer jauhnya” dan “beberapa jam sebelum lokasi dibuka”.

Militer Israel mengatakan pihaknya sedang meninjau insiden tersebut.

Buka gerbangnya

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved