Sabtu, 25 April 2026

Abdya

Kepala Kankemenag Abdya: Penting Bagi Catin Pahami Ilmu Agama Sebelum Menikah

Ia menerangkan, ilmu agama menjadi fondasi utama dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Tanpa pemahaman agama yang cukup..

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/Masrian Mizani
SALMAN ALFARISI - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Barat Daya (Abdya) Dr Salman Alfarisi. Kepala Kankemenag Abdya: Penting Bagi Catin Pahami Ilmu Agama Sebelum Menikah. 

Laporan Masrian Mizani I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Barat Daya (Abdya) Dr Salman Alfarisi menjelaskan, pernikahan bukan hanya penyatuan dua hati, tetapi juga penyatuan dua jiwa yang akan menempuh perjalanan panjang dalam membangun rumah tangga. 

Di balik kebahagiaan dan kemeriahan resepsi, kata Salman, ada tanggung jawab besar yang harus diemban oleh pasangan suami istri. 

“Oleh karena itu, penting bagi setiap calon pengantin (catin) untuk membekali diri dengan ilmu, terutama ilmu agama sebelum mengucap janji suci (akad) pernikahan,” ucap Salman Alfarisi, kepada Serambinews.com, Rabu (23/7/2025).

Ia menerangkan, ilmu agama menjadi fondasi utama dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Tanpa pemahaman agama yang cukup, banyak pasangan mudah terjebak dalam konflik, salah komunikasi, bahkan kehilangan arah dalam menjalani peran masing-masing. 

“Padahal, dalam Islam pernikahan adalah ibadah. Untuk itu, ibadah ini harus dijalani dengan niat yang lurus, ilmu yang cukup, serta komitmen untuk saling membimbing menuju ridha Allah,” ucapnya.

Selama ini, sebut Salman, Kankemenag Abdya terus mendorong program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) sebagai salah satu upaya penting terhadap tingginya angka perceraian dan konflik rumah tangga. 

Program ini, sambungnya, tidak hanya membahas aspek hukum dan sosial, tetapi lebih dari itu, menguatkan nilai-nilai agama dalam kehidupan berkeluarga.

“Masih banyak pasangan yang hanya fokus pada persiapan teknis pernikahan seperti pesta, busana, dan dekorasi, namun mengabaikan bekal paling penting, yaitu ilmu agama,” ujar Salman. 

Padahal, kata Salman, pernikahan adalah ibadah seumur hidup. Jika tidak dibekali ilmu, sangat rentan terhadap konflik, kesalahpahaman, bahkan berujung pada perceraian.

Baca juga: Fokus Beri Pelayanan, Seluruh Staf RSUD Teungku Peukan Abdya Dilarang Live Medsos Saat Bertugas

“Melalui bimwin, calon pengantin dibekali pengetahuan tentang hak dan kewajiban suami istri, etika komunikasi, pengelolaan emosi, hingga pentingnya membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah,” jelasnya.

Semua itu, sebut Salman, bertujuan agar pasangan benar-benar siap lahir dan batin, bukan hanya sekadar sah secara hukum, tetapi juga kokoh dalam membina rumah tangga secara harmonis dan bahagia.

Dengan pemahaman agama yang baik, lanjut Salman, pasangan akan lebih mudah saling menghargai, menghindari kekerasan dalam rumah tangga, serta mampu menjadikan pernikahan sebagai jalan meraih pahala dan ketenangan hidup.

“Karena itu, jangan hanya sibuk menyiapkan pesta pernikahan, gaun terbaik, atau gedung mewah. Yang jauh lebih penting adalah kesiapan diri dengan ilmu dan iman. Rumah tangga yang kokoh tidak dibangun dari kemewahan, tapi dari kesadaran akan tanggung jawab dan keikhlasan untuk terus belajar dan bertumbuh bersama,” pungkas Salman. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved