Selasa, 5 Mei 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

Kisah Mencekam Warga Terjebak di Perbatasan Thailand-Kamboja: Saya Ingin Lewat, Bukan Ikut Perang

“Saya tidak bisa pulang. Anak saya menunggu di rumah. Saya hanya ingin lewat, bukan ikut perang,”

Tayang:
Editor: Nurul Hayati
(FACEBOOK/CHATCHAK RATSAMIKAEO via AFP)
Tangkapan layar dari video amatir warga yang diunggah ke Facebook, menunjukkan asap mengepul dari atap toko sebelah pom bensin di Provinsi Sisaket, Thailand, setelah terkena tembakan roket Kamboja, ketika pertempuran Thailand-Kamboja berkecamuk pada Kamis, 24 Juli 2025. 

Namun, Kementerian Kesehatan Thailand menyebut 12 orang tewas, termasuk satu anak dan satu tentara, akibat tembakan artileri Kamboja.

Dua rumah sakit di Surin bahkan terpaksa mengevakuasi pasiennya karena terkena dampak serangan.

Baca juga: Perang Berlanjut, Serangan Artileri dan Roket Kamboja ke Thailand Tewaskan 12 Orang, Puluhan Terluka

Kamboja membantah tuduhan agresi dan menyatakan bahwa pasukannya hanya merespons serangan tak beralasan dari Thailand.

Perdana Menteri Hun Manet menyebut negaranya lebih memilih penyelesaian damai, namun tidak punya pilihan selain membalas dengan kekuatan bersenjata.

Sementara itu, Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra menghadapi tekanan politik setelah rekaman panggilan teleponnya dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen, bocor ke publik.

Dalam rekaman itu, ia terdengar mengkritik militernya sendiri, memicu spekulasi pencopotan jabatan.

Kronologi Duduk Perkara Konflik Thailand–Kamboja

Konflik bersenjata yang pecah pada 24 Juli 2025 antara Thailand dan Kamboja bukanlah insiden tunggal, melainkan puncak dari sengketa perbatasan yang telah berlangsung lebih dari satu abad.

Ketegangan ini berakar dari peta kolonial Prancis tahun 1907 yang menetapkan batas wilayah secara tidak konsisten.

Kuil Preah Vihear dan Ta Moan Thom menjadi titik sengketa paling sensitif karena diklaim oleh kedua negara.

Baca juga: Apa yang Membuat Thailand dan Kamboja Bentrok? Ternyata Bermula dari Peta Prancis di Masa Lalu

Berikut kronologi lengkapnya:

1907 – Peta Kolonial Prancis Menjadi Sumber Sengketa Penetapan batas wilayah oleh Prancis saat Kamboja masih menjadi koloni meninggalkan celah interpretasi.

Thailand dan Kamboja saling klaim atas wilayah sepanjang 817 km perbatasan darat.

1962 – Putusan ICJ: Preah Vihear Milik Kamboja Mahkamah Internasional menetapkan Kuil Preah Vihear milik Kamboja.

Namun Thailand menolak klaim atas wilayah sekitarnya, memicu ketegangan yang terus berulang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved