Berita Kutaraja
Diskusi di Unmuha, Mahasiswa Aceh Diajak Jadi Agen Perubahan lewat EFT
Para narasumber membedah peran Ecological Fiscal Transfer (EFT) sebagai mekanisme pendanaan lingkungan yang efektif.
Dr TM Zulfikar menilai, EFT sebagai wujud multi-level governance dan institutional transition yang menjamin keberlanjutan.
Pihak penyelenggara menyatakan, para peserta didorong tak hanya memahami konsep EFT, tetapi juga menuangkannya dalam bentuk karya ilmiah dan riset kampus.
Teknologi, kreativitas, dan inovasi sosial menjadi senjata orang muda untuk ikut menciptakan solusi nyata.
Baca juga: 25 Mahasiswa University Malaysia Silaturahmi dengan Wali Nanggroe, Didampingi Pimpinan Unmuha Aceh
Acara ditutup dengan sesi interaktif dan pembagian doorprize berupa tote bag dan toolkits. Kegiatan ini menandai gelaran ketiga EFT Goes to Campus di Aceh, membawa harapan baru bagi aksi kolektif lingkungan yang berbasis kampus.
Makna EFT
Ecological Fiscal Transfer (EFT) adalah skema pendanaan yang memberikan insentif fiskal kepada pemerintah daerah berdasarkan kinerja mereka dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.
Tujuannya adalah mendorong pembangunan berkelanjutan dengan cara mengaitkan alokasi anggaran dengan indikator ekologis.
Konsep dasar EFT, di mana pemerintah pusat atau provinsi memberikan dana kepada daerah yang menunjukkan komitmen dan capaian dalam perlindungan lingkungan.
Indikator yang digunakan bisa berupa luas hutan lindung, pengelolaan sampah, pengurangan emisi, desa proklim, dan lainnya.
EFT mendorong daerah untuk menjadikan isu lingkungan sebagai prioritas pembangunan.
Di Indonesia, EFT dikenal melalui skema TAPE (Transfer Anggaran Provinsi berbasis Ekologi) dan TAKE (Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi).
Provinsi Aceh termasuk pelopor penerapan EFT, bersama daerah seperti Kalimantan Utara, Siak (Riau), dan Trenggalek (Jawa Timur).
Pemerintah Aceh telah mengalokasikan dana Rp 5 miliar untuk insentif TAPE pada tahun 2024 dan 2025.
Adanya EFT berdampak positif pada peningkatan kualitas lingkungan dan tata kelola pemerintahan daerah.
Lalu, mendorong partisipasi masyarakat dalam program lingkungan.
Kemudian, menjadi instrumen fiskal yang adil dan berbasis kinerja.
Di beberapa daerah, EFT telah membantu pengelolaan sampah, pencegahan kebakaran hutan, dan peningkatan status desa proklim.
EFT bukan hanya soal anggaran, tapi tentang bagaimana kita menilai keberhasilan pembangunan dari sisi keberlanjutan.(*)
EFT Goes to Campus
Talkshow
diskusi
Unmuha
Ecological Fiscal Transfer (EFT)
Banda Aceh
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Pengabdian kepada Masyarakat Dosen Poltekkes Aceh di Alfityan School Aceh |
|
|---|
| PKS Aceh Gelar Pelatihan Budidaya Ayam Petelur untuk Kader dan Warga |
|
|---|
| Momentum HUT ke-821, Ramza Harli: Banda Aceh Harus Terus Berbenah |
|
|---|
| Pengelolaan “Duit Rakyat” dan Pentingnya Transparansi Anggaran |
|
|---|
| Hadapi Dampak Krisis Global, Sosiolog Sarankan Pemerintah Aceh Perkuat Ekonomi Rakyat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/diskusi-EFT-di-Unmuha.jpg)