Senin, 8 Juni 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

Genderang Perang Ditabuh, Kamboja Lancarkan Bom, Thailand Balas Tembakan

"Pasukan Kamboja telah melakukan pemboman berkelanjutan menggunakan senjata berat, artileri lapangan, dan sistem roket BM-21,"

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM
Breaking News! MLRS Kamboja Hantam Perbatasan, Konflik Thailand-Kamboja Meledak Dahsyat 

 "Pasukan Kamboja telah melakukan pemboman berkelanjutan menggunakan senjata berat, artileri lapangan, dan sistem roket BM-21," kata Angkatan Darat Kerajaan Thailand dalam sebuah pernyataan.

"Pasukan Thailand telah merespons dengan tembakan dukungan yang sesuai dengan situasi taktis."

Wartawan Reuters di Surin mendengar bunyi ledakan yang terputus-putus pada hari Jumat, di tengah kehadiran besar tentara Thailand bersenjata di sepanjang jalan dan stasiun pengisian bahan bakar di wilayah yang sebagian besar merupakan daerah pertanian.

Konvoi militer Thailand terlihat semakin banyak mengarah ke perbatasan dengan Kamboja.

Ada sekitar selusin truk berisi tentara, ada juga kendaraan lapis baja, dan tank, melintasi jalan provinsi yang dikelilingi sawah dan bergerak menuju perbatasan.

Baca juga: Adu Kekuatan Militer Thailand Vs Kamboja, Siapa Lebih Unggul?

Penjelasan Militer Kamboja

Hingga pukul 6.00 pagi tadi waktu Kamboja, media Kmher Times melaporkan pasukan Kamboja dan Thailand masih bertempur dan saling menembaki di sepanjang garis depan perbatasan dua negara.

Penembakan juga terjadi dini hari tadi pada pukul 2:00, pukul 3:00 di Preah Vihear-Phnom Khaing, dan pukul 5:00 pagi di daerah Takrabei wilayah Kamboja.

Maly Socheata, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional, mengatakan  militer Thailand melancarkan serangan ke delapan lokasi, menggunakan senjata berat dan jet tempur F-16.

Kedelapan lokasi tersebut adalah Kuil Ta Moan Thom, Kuil Ta Krabey, Phnom Trat,  Veal Intri,  Tathav, 6. Phnom Khak,  An Ses O Phka Sweten, dan Mom Bei.

Baca juga: Kisah Mencekam Warga Terjebak di Perbatasan Thailand-Kamboja: Saya Ingin Lewat, Bukan Ikut Perang

Seruan Damai

Wakil Perdana Menteri Kamboja Hun Sen  menyoroti seruan gencatan senjata dari Ketua ASEAN dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, yang mendesak kedua negara untuk melakukan dialog dan menahan diri.

Namun, situasi berubah menjadi provokatif ketika mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra mengunggah pesan hanya satu jam kemudian, yang menyatakan bahwa ia akan membiarkan tentara Thailand “memberi pelajaran kepada Hun Sen.”

Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang komitmen Thailand terhadap seruan ASEAN untuk perdamaian.

Dengan banyaknya tokoh penting yang tampaknya mengabaikan upaya diplomatik, kawasan tersebut menjadi gelisah karena potensi eskalasi militer yang terus membayangi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved