Konflik Thailand Vs Kamboja
Memanas, 100 Ribu Warga Thailand Kalang Kabut Tinggalkan Perbatasan Kamboja
“Sangat sulit untuk melihat berapa banyak orang yang ada di pusat evakuasi ini karena mereka terus berdatangan,” kata Tony Cheng,
“Sangat sulit untuk melihat berapa banyak orang yang ada di pusat evakuasi ini karena mereka terus berdatangan,” kata Tony Cheng, reporter Al Jazeera yang melaporkan dari Provinsi Surin, Thailand.
SERAMBINEWS.COM - Ditengah perseteruan panas, Pemerintah Kamboja resmi melarang impor sayur-mayur, buah-buahan, hingga memboikot seluruh tayangan drama dan acara televisi dari Thailand.
Upaya ini dilakukan sebagai respons atas konflik perbatasan yang terus memburuk dalam beberapa bulan terakhir.
Apabila aksi boikot terus berlangsung dalam waktu lama, Thailand diproyeksi merugi jutaan dolar per tahun.
Lantaran Thailand merupakan eksportir utama sayuran dan buah-buahan ke Kamboja.
Petani dan pelaku agribisnis di Thailand, terutama di provinsi-provinsi timur seperti Chanthaburi, Sa Kaeo, dan Surin merupakan eksportir utama sayuran dan buah-buahan ke Kamboja.
Tak hanya itu pelarangan siaran konten yang diterapkan Kamboja juga bakal menyebabkan rumah produksi, distributor, dan stasiun TV Thailand kehilangan pasar dan pendapatan iklan.
Boikot ini memperburuk citra diplomatik Thailand di mata publik Kamboja.
Kampanye negatif dan sentimen nasionalisme lokal bisa memengaruhi hubungan jangka panjang dengan negara tetangga di ASEAN.
Baca juga: Perang Thailand-Kamboja Meletus, Pengamat Sebut AS dan China Dalangnya
Warga Thailand Mengungsi
Sebanyak 100.000 warga Thailand mulai kabur mengevakuasi diri, meninggalkan perbatasan setelah ketegangan dengan Kamboja memanas.
Hal tersebut turut dikonfirmasi Kementerian Dalam Negeri Thailand, dalam keterangan resmi yang dikutip dari Al Jazeera lebih dari ratusan ribu orang dari empat provinsi perbatasan telah angkat kaki.
Mereka sebagian besar menyelamatkan diri ke hampir 300 tempat penampungan sementara yang telah dibuat pemerintah pusat.
Perlu diketahui perseteruan antara Thailand dan Kamboja berakar dari sengketa wilayah perbatasan, terutama di sekitar situs warisan budaya dunia, Kuil Preah Vihear dan kompleks kuil kuno lainnya seperti Ta Krabei dan Ta Muen Thom.
Kuil-kuil ini dibangun sebagai tempat pemujaan ratusan tahun lalu, namun setelah masa kolonial Inggris batas wilayah antara Thailand dan Kamboja menjadi kabur.
Konflik Thailand Vs Kamboja
Thailand
Kamboja
Serambinews.com
Serambi Indonesia
warga Thailand mengungsi
| 5 Poin Kesepakatan Damai Thailand–Kamboja yang Ditengahi China, Hentikan Retorika Provokatif |
|
|---|
| Perang Memanas! Jet Tempur Thailand Gempur Kompleks Judi Kamboja hingga Hancur |
|
|---|
| Konflik Thailand–Kamboja Meledak Lagi: 10 Tewas, 190 Ribu Warga Mengungsi, Gencatan Senjata Runtuh |
|
|---|
| konflik Makin Panas, Kamboja Hujani Rudal ke Desa di Thailand |
|
|---|
| Perang Thailand Vs Kamboja Meluas, 10 Orang Tewas, 140.000 Warga Mengungsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kamboja-Jatuhkan-Jet-F-16-Milik-Thailand-Memanas.jpg)