Sabtu, 2 Mei 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

Memanas, 100 Ribu Warga Thailand Kalang Kabut Tinggalkan Perbatasan Kamboja

 “Sangat sulit untuk melihat berapa banyak orang yang ada di pusat evakuasi ini karena mereka terus berdatangan,” kata Tony Cheng,

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Nurul Hayati
Ilustrasi Tribunnews/ Kamboja klaim jatuhkan pesawat f-16 Thailand
Militer Kamboja dikabarkan menembak jatuh sebuah jet tempur F-16 Thailand, Kamis (24/7/2025).Media Kamboja Khmer Times memberitakan mengutip pejabat terpercaya negara itu.Jet temput itu ditembak pukul 10:58 pagi oleh sistem pertahanan Kamboja.Belum ada informasi resmi dari pemerintah Thailand soal klaim ini.Jet tempur F-16 Angkatan Udara Kerajaan Thailand menargetkan posisi militer Kamboja di sepanjang zona perbatasan yang disengketakan di Provinsi Preah Vihear. 

 “Sangat sulit untuk melihat berapa banyak orang yang ada di pusat evakuasi ini karena mereka terus berdatangan,” kata Tony Cheng, reporter Al Jazeera yang melaporkan dari Provinsi Surin, Thailand.

SERAMBINEWS.COM - Ditengah perseteruan panas, Pemerintah Kamboja resmi melarang impor sayur-mayur, buah-buahan, hingga memboikot seluruh tayangan drama dan acara televisi dari Thailand.

Upaya ini dilakukan sebagai respons atas konflik perbatasan yang terus memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Apabila aksi boikot terus berlangsung dalam waktu lama, Thailand diproyeksi merugi jutaan dolar per tahun.

Lantaran Thailand merupakan eksportir utama sayuran dan buah-buahan ke Kamboja

Petani dan pelaku agribisnis di Thailand, terutama di provinsi-provinsi timur seperti Chanthaburi, Sa Kaeo, dan Surin merupakan eksportir utama sayuran dan buah-buahan ke Kamboja.

Tak hanya itu pelarangan siaran konten yang diterapkan Kamboja juga bakal menyebabkan rumah produksi, distributor, dan stasiun TV Thailand  kehilangan pasar dan pendapatan iklan.

Boikot ini memperburuk citra diplomatik Thailand di mata publik Kamboja.

Kampanye negatif dan sentimen nasionalisme lokal bisa memengaruhi hubungan jangka panjang dengan negara tetangga di ASEAN.

Baca juga: Perang Thailand-Kamboja Meletus, Pengamat Sebut AS dan China Dalangnya

Warga Thailand Mengungsi

Sebanyak 100.000 warga Thailand mulai kabur mengevakuasi diri, meninggalkan perbatasan setelah ketegangan dengan Kamboja memanas.

Hal tersebut turut dikonfirmasi Kementerian Dalam Negeri Thailand, dalam keterangan resmi yang dikutip dari Al Jazeera lebih dari ratusan ribu orang dari empat provinsi perbatasan telah angkat kaki.

Mereka sebagian besar menyelamatkan diri ke hampir 300 tempat penampungan sementara yang telah dibuat pemerintah pusat.

Perlu diketahui perseteruan antara Thailand dan Kamboja berakar dari sengketa wilayah perbatasan, terutama di sekitar situs warisan budaya dunia, Kuil Preah Vihear dan kompleks kuil kuno lainnya seperti Ta Krabei dan Ta Muen Thom.

Kuil-kuil ini dibangun sebagai tempat pemujaan ratusan tahun lalu, namun setelah masa kolonial Inggris batas wilayah antara Thailand dan Kamboja menjadi kabur. 

Akibatnya, wilayah kuil dan sekitarnya menjadi abu-abu secara hukum dan geopolitik.

Meskipun Mahkamah Internasional telah menetapkan kepemilikan wilayah ini kepada Kamboja pada 1962, ketegangan terus muncul karena Thailand menolak pengakuan penuh atas batas wilayahnya hingga berujung konflik berdarah.

Kementerian Kesehatan Thailand, mengkonfirmasi sedikitnya 15 orang di Thailand telah tewas, terdiri dari 14 warga sipil dan 1 tentara akibat serangan dari pihak Kamboja.

 “Sangat sulit untuk melihat berapa banyak orang yang ada di pusat evakuasi ini karena mereka terus berdatangan,” kata Tony Cheng, reporter Al Jazeera yang melaporkan dari Provinsi Surin, Thailand.

Pasca Kamboja membombardir wilayah perbatasan, Thailand meluncurkan serangan udara dengan menggunakan jet tempur F-16, menargetkan wilayah strategis militer di Kamboja. 

Baca juga: Genderang Perang Ditabuh, Kamboja Lancarkan Bom, Thailand Balas Tembakan

Kamboja Bela Diri

Kendati mendapat intimidasi dari sejumlah pihak usai melancarkan serangan hingga menewaskan belasan warga Thailand,  pemerintah Kamboja menyatakan bahwa pihaknya tidak punya pilihan selain merespons tindakan Thailand yang disebut “melanggar kedaulatan nasional”.

“Mempertahankan tanah air bukanlah agresi. Itu hak asasi setiap bangsa,” tegas pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Kamboja, dilansir dari media lokal Phnompenh Post.

Dalam keterangan terpisah, Kamboja menuduh bahwa pasukan Thailand terlebih dahulu melanggar wilayah perbatasan dan menyerang pos militer Kamboja di sekitar wilayah sengketa, khususnya dekat kuil Preah Vihear.

Bahkan, Kementerian Kebudayaan Kamboja mengklaim bahwa kuil Preah Vihear, situs warisan UNESCO, mengalami kerusakan berat akibat tembakan artileri dari Thailand.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 100.000 Warga Thailand Ngungsi, Kalang Kabut Tinggalkan Perbatasan Gegara Perang dengan Kamboja, 

Baca juga: Makin Memanas, Kedubes Thailand Minta Warganya Angkat Kaki dari Kamboja

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved