Berita Banda Aceh
Unmuha Aceh Gelar FGD Bahas Aplikasi JAKLOM, Dorong PAD dan Wisata Syariah
Forum ini menghadirkan 33 peserta dari berbagai instansi, di antaranya Dinas Pariwisata, Bappeda, BPKK, Diskominfotik
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
Forum ini menghadirkan 33 peserta dari berbagai instansi, di antaranya Dinas Pariwisata, Bappeda, BPKK, Diskominfotik, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, dan Disnaker Banda Aceh.
Laporan Yarmen Dinamika I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM - Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terpumpun lintas sektor di Ruang Multifungsi Fakultas Ekonomi pada Jumat (25/7/2025).
Diskusi kelompok terpumpun itu mengusung tema “Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah melalui Aplikasi JAKLOM sebagai Upaya Pengembangan Pariwisata Syariah Berkelanjutan di Banda Aceh".
Forum ini menghadirkan 33 peserta dari berbagai instansi, di antaranya Dinas Pariwisata, Bappeda, BPKK, Diskominfotik, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, dan Disnaker Banda Aceh.
Hadir juga perwakilan Telkomsel, Bank Aceh, BSI, ASPI, PHRI, HPI, duta wisata, Wahyu Amanah, serta akademisi dan pelaku teknologi di ibu kota Provinsi Aceh.
FGD ini merupakan bagian dari penelitian yang dipimpin oleh Dr Surna Lastri SE MSi, CTT, yamg merupakan Dosen Prodi Magister Manajemen di Fakultas Ekonomi Unmuha.
Ia memaparkan bahwa JAKLOM (Jelajah Kota Lewat Online Mobile) dikembangkan sebagai platform digital berbasis prinsip syariah yang terintegrasi.
Baca juga: Dirjen Dikti Kunjungi Unmuha Aceh, Akui sebagai Role Model Dalam Program Diktisaintek Berdampak
Aplikasi ini dirancang untuk mengatasi masalah keterputusan data, khususnya yang berkaitan dengan jumlah kunjungan wisatawan, pajak, dan retribusi destinasi wisata.
Pada sesi pemaparan awal, narasumber Devi Kumala MT, Haikal, dan Refki menjelaskan rancangan sistem JAKLOM, alur data real-time, serta fitur-fitur utamanya.
Beberapa fitur tersebut meliputi integrasi data kunjungan wisata, pemantauan pajak hotel dan restoran, pencatatan retribusi objek wisata, dashboard PAD yang diperbarui langsung, hingga peta digital destinasi wisata halal di Banda Aceh.
Diskusi yang dipandu oleh Dr Marlizar SE, MM itu terbagi dalam tiga fokus utama:
1. Integrasi data dan sistem real-time.
2. Strategi peningkatan PAD serta pendapatan masyarakat.
3. Pengelolaan pariwisata syariah berkelanjutan.
Baca juga: Diskusi di Unmuha, Mahasiswa Aceh Diajak Jadi Agen Perubahan lewat EFT
Berbagai masukan mengemuka selama FGD, mulai dari peluang kerja sama, tantangan implementasi, hingga strategi sinergi antarinstansi.
Dari forum ini lahir sejumlah rekomendasi awal.
2 Warga Aceh di Malaysia Jatuh dari Lantai 39, Insyaallah Jenazah Dipulangkan Hari Ini |
![]() |
---|
Ombudsman Aceh Ingatkan Pejabat Jangan Masuk Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Lewat Jalur Ilegal |
![]() |
---|
Ombudsman Panggil dan Periksa Kepala Sekolah Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar |
![]() |
---|
Satreskrim Polresta Banda Aceh Ringkus IRT Penadah Sepmor Curian |
![]() |
---|
Angkut Kayu tanpa Dokumen, Petani Asal Seulimuem Ditangkap Satreskrim Polresta Banda Aceh |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.