Berita Kesehatan
Ini Dampak Cuaca Panas bagi Manusia, Bisa Sebabkan Kejang hingga Picu Stres
Dampak buruk cuaca panas ini bisa menyebabkan gangguan pada fisik, organ vital, hingga psikologis manusia.
Dampak buruk cuaca panas ini bisa menyebabkan gangguan pada fisik, organ vital, hingga psikologis manusia.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Cuaca panas yang kini sedang melanda wilayah Aceh, jangan dianggap sepele.
Sebab, efek yang ditimbulkan cuaca panas ini bukan hanya menimbulkan kekeringan, tapi juga bisa membayakan kesehatan.
Sebab, cuaca panas ekstrem bisa berdampak serius pada kesehatan dan kenyamanan hidup.
Terutama jika tubuh tidak mampu beradaptasi dengan baik.
Berikut beberapa dampak buruk yang perlu diwaspadai, khususnya dampak fisik, organ vital, hingga psikologis seperti dikutip dari Kopilot:
Dehidrasi: Kehilangan cairan dan elektrolit akibat keringat berlebih.
Baca juga: Diduga Akibat Cuaca Panas, 336 Pasien Masuk IGD RSUDTP Abdya, Keluhan Deman dan Nyeri Perut
Heat exhaustion: Kelelahan karena panas, ditandai dengan pusing, mual, dan lemas.
Heat stroke: Kondisi darurat medis saat suhu tubuh melonjak di atas 40°C, bisa menyebabkan kejang atau koma.
Ruam kulit & biang keringat: Keringat yang tersumbat di pori-pori menyebabkan iritasi.
Kulit terbakar: Paparan sinar matahari langsung bisa menyebabkan luka bakar dan meningkatkan risiko kanker kulit.
Selain dampak fisik atau efek pada tubuh bagian luar, suhu panas juga bisa memberi dampak pada organ vital yaitu:
Tekanan darah rendah: Kehilangan cairan menyebabkan pembuluh darah melebar dan tekanan turun.
Baca juga: Cuaca Panas Menyengat di Banda Aceh! Waspadai Dehidrasi yang Bisa Mengancam Nyawa
Denyut jantung meningkat: Jantung bekerja ekstra untuk mendinginkan tubuh.
Gangguan pernapasan: Udara panas memperburuk kualitas udara dan memicu sesak napas.
Suhu panas juga bisa memberi dampak psikologis bagi manusia semisal:
Stres & mudah marah: Suhu tinggi memengaruhi suasana hati dan konsentrasi.
Gangguan tidur: Sulit tidur karena suhu lingkungan yang tidak nyaman.
Untuk kelompok rentan semisal anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis seperti jantung atau asma, lebih berisiko mengalami komplikasi jika diterpa cuaca panas.
Baca juga: Cuaca Panas Ekstrem, BPBD Aceh Selatan Larang Bakar Lahan: Bisa Dipenjara dan Denda
Oleh sebab itu, kalau merasa gejala seperti pusing, lemas, atau kulit terasa panas dan kering, segera cari tempat sejuk dan minum air.
Suhu 34 derajat Celcius
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) mencatat, saat ini sejumlah wilayah di Aceh masih dalam masa musim kemarau.
Forecaster on Duty (BMKG) Kelas I SIM, Dedi mengatakan, saat ini potensi suhu maksimum di wilayah Aceh mencapai 34,8 derajat celcius.
Secara umum, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan Juni–Juli, dan meluas ke awal Agustus pada beberapa wilayah Aceh.
Karenanya, Dedi menyarankan, agar masyarakat Aceh untuk lebih banyak mengonsumsi air putih dan menghindari aktivitas fisik berlebih di siang hari.
Untuk menghadapi cuaca panas tersebut, masyarakat juga diimbau untuk memakai pelindung.
Seperti jaket, kacamata anti UV, serta memperhatikan asupan air mineral.
Ini agar terhindar dari dehidrasi dan selalu menjaga keadaan fisik supaya tetap prima.
“Gunakan pakaian ringan, topi atau pelindung kepala, dan pelembab kulit,” ungkapnya.
Ia juga meminta masyarakat agar mewaspadai adanya potensi peningkatan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi panas yang terjadi cukup merata di wilayah Aceh.
Pasalnya, hingga Senin sore, terpantau ada 10 titik panas di Provinsi Aceh.
Khususnya di wilayah pesisir dan dataran rendah di Aceh.
Untuk itu, BMKG menekankan dan meminta agar masyarakat waspada akan potensi karhutla.
“Masyarakat diharapkan untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” imbau Dedi.
“Juga supaya menghindari pembakaran sampah dan membuang puntung rokok secara sembarangan,” pungkasnya.(*)
cuaca panas
suhu panas
dampak cuaca panas
BMKG
Stres
Kejang-kejang
Banda Aceh
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Kasus Campak di Aceh Menurun, Dinkes: KLB Masih Terjadi Akibat Rendahnya Imunisasi |
|
|---|
| Banyak tidak Tahu, Kopi Naikkan Tekanan Darah, Tapi tak Sebabkan Hipertensi |
|
|---|
| Ini Tips Puasa Sehat dan Bugar di Bulan Ramadhan ala Ketua IDI Aceh Timur |
|
|---|
| Teliti Dampak HIV AIDS di Aceh, Nurul Husna Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude di USU |
|
|---|
| Ingin Kulit Anda Aman dari Flek Hitam Usai Waxing, Lakukan 7 Tips Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-stres_20160218_172053.jpg)