KUPI BEUNGOH

ASN Pelayan Masyarakat 

Secara umum dan banyak kajian mengutip bahwa pelayanan yang diberikan oleh ASN belum maksimal dan terkesan biasa-biasa saja.

Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Mukhsin Rizal, S.Hum., M.Ag., M.Si, peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aceh. 

Oleh: Mukhsin Rizal, S.Hum., M.Ag., M.Si *)

GUBERNUR Aceh dan Wakil Gubernur Aceh terpilih periode 2024-2029, H. Muzakir Manaf dan H. Fadhlullah, sangat konsisten dengan pelayanan masyarakat. Hal itu terlihat pada hampir semua kebijakannya yang bersisian dengan kepentingan publik.

Salah satu visi misi Mualem-Dek Fad--nama panggilan akrab untuk pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Aceh ini--yaitu meliputi tata kelola birokrasi. Kenapa tata kelola birokrasi? Karena ini terkait kualitas pelayanan kepada publik. 

Kebijakan di sektor tata kelola birokrasi erat kaitannya dengan Aparatur Sipil Negara (ASN), yang sampai saat ini menyisakan pertanyaan di benak banyak orang: apakah saat ini ASN di Aceh sudah melakukan yang terbaik? 

Normatif sebuah roda pemerintahan, ada sejumlah aparatur dengan tupoksi yang telah melekat, yang melekat pula padanya tuntutan-tuntutan tugas yang wajib diselesaikan. 

Sudah pasti, aparatur yang dimaksud adalah jiwa-jiwa yang punya nyali loyalitas dan integritas yang tinggi yang terdapat pada ASN.

Di sini, kadang kala ada silang pemikiran yang telah menjadi stereotip di masyarakat, bahwa ASN hanya menerima gaji dan bekerja normatif pada jam-jam yang telah ditetapkan. 

Namun pada hakikatnya, ASN yang sesungguhnya tidak hanya untuk memenuhi dan melaksanakan tugas-tugas administratif semata, tetapi juga diharuskan memiliki sikap dan perilaku yang mengutamakan kepentingan masyarakat. 

Secara umum dan banyak kajian mengutip bahwa pelayanan yang diberikan oleh ASN belum maksimal dan terkesan biasa-biasa saja.

Baca juga: Analisis Sentimen Dua Dasawarsa Perdamaian Aceh dengan Pendekatan Text Mining

Baca juga: Jejak Panglima Kopassus di Aceh dari Masa Konflik hingga Damai, Kekayaannya Tembus Rp 6,3 Miliar

Adapun aspek penting dari jiwa pelayanan ASN yang berkualitas di antaranya: 

Pertama, Oriented to Service atau berorientasi pelayanan, dimana ASN harus memiliki kesadaran bahwa tujuan utama mereka adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Ini melibatkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan masyarakat, serta kemampuan untuk memberikan solusi yang tepat dan efektif. Sehingga program dan kegiatan yang hadir pun haruslah berbasis kebutuhan masyarakat. 

Kedua, akuntabel. Pada posisi ini, ASN harus bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan mereka, serta menggunakan sumber daya publik secara efisien dan efektif.

Sehingga dalam tindakannya ASN dituntut untuk senantiasa memiliki data dan pegangan aturan yang kuat. 

Ketiga, kompeten, di mana ASN dituntut harus memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk menjalankan tugas mereka dengan baik.

Sehingga dalam rekrutmen ASN ada sejumlah indikator yang menjadi bobot penilaian. Ketika sudah menjadi ASN, mereka masih dituntut untuk mengembangkan diri dan terus belajar memperdalam pengetahuan baik melalui jalur formal maupun non formal. 

Keempat, harmonis. Tuntutan berikutnya, ASN harus mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan bekerja sama dengan baik dengan rekan kerja serta pihak lain. 

Ini menjadi bagian dari kunci kemampuan ASN dalam membangun budaya kerja yang ideal dan tidak terjebak dengan konflik kepentingan. 

Untuk mewujudkan keharmonisan tentunya perlu terciptanya suasana penjenjangan karier yang sehat. 

Baca juga: Pelaku tak Kenakan Baju Saat Aniaya Pasutri Pemilik Warung di Aceh Singkil

Baca juga: Daftar 8 Tim Sudah Lolos 16 Besar Piala Dunia Voli U21 2025 Putri: Indonesia Bisa Dijegal Argentina

Kelima, loyal. ASN harus setia kepada negara dan pemerintah, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Loyal menjadi modal dalam menjalankan pemerintahan. Tanpa ASN yang loyal, maka pemerintahan cenderung tidak kondusif dan akan berpihak kepada kepentingan luar, bukan kepentingan pemerintahan. 

Keenam, adaptif. Sering kali ASN harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi, serta mampu berinovasi dalam memberikan pelayanan.

Karena zaman terus berkembang dan teknologi informasi terus bergerak, ditambah lagi pengaruh politik di dalam pemerintahan mengharuskan ASN memahami arah kebijakan pemerintah. 

Ketujuh, kolaboratif. ASN harus mampu bekerja sama dengan pihak lain, baik di dalam maupun di luar instansi untuk mencapai tujuan bersama. 

Hal ini harus mampu dilakukan karena secara prinsip tugas dan fungsi ASN adalah menjalankan pemerintahan sesuai dengan mandat dan amanah Undang-undang.

Sehingga kolaborasi harus dijadikan modal dalam menjaga sinergisitas membangun Negara dan daerah, begitupun dengan Aceh.

Kedelapan, hospitality. ASN harus memiliki sikap ramah dan bersahabat dalam melayani masyarakat, Ini menjadi modal dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintahan.

Sebagai ASN kita harus ingat bahwa ASN itu pelayan masyarakat, sehingga kesantunan dan keramahan menjadi hal penting, baik dalam pergaulan sesama ASN apalagi saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

Hospitality juga menjadi modal kuat untuk mengundang wisatawan dan investor ke Aceh. 

Jika kita memiliki sikap tersebut, maka dipastikan angka kunjungan wisatawan akan meningkat begitupun investor akan tertarik menginvestasikan uangnya di Aceh. 

Baca juga: Perampok Bersajam Tusuk Korban, Suami Berduel dengan Pelaku demi Selamatkan Sang Istri 

Baca juga: Pakar Ungkap Lima Alasan Mengapa Cat Lovers di Aceh Lebih Suka Pelihara Kucing Ras

Selain hospitality, profesional, inovatif dan berfikir strategis harus dimiliki ASN Aceh. Hal ini diperlukan dalam menjalankan tugasnya dengan integritas, jujur, dan berdedikasi tinggi.

Kemampuan berpikir kreatif dan mencari solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta senantiasa berpikir strategis dalam melihat masalah secara komprehensif guna merumuskan solusi yang tepat untuk kemuslihatan umat. 

Dengan memiliki jiwa pelayanan yang kuat, ASN dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam membangun bangsa dan memberikan kontribusi nyata, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. 

Mualem di Garis Depan ASN Aceh

Di tengah perkembangan daerah dan tantangan pembangunan yang makin komplek, ASN harus memposisikan diri sebagai pelayan masyarakat yang hospitality dan humanis. 

Dari serangkaian tuntutan bagi ASN, yang terpenting adalah memiliki jiwa mulia serta menjadi tumpuan harapan masyarakat. Bukan sebagaimana stereotip yang berkembang dalam kelompok masyarakat tertentu. 

ASN harus mampu mengakomodir keluhan masyarakat, sembari menyungguhkan solusi yang tentunya sejalan dengan visi dan misi Gubernur dan juga Presiden sebagai pimpinan tertinggi Pemerintah. 

Bila mengacu pada loyalitas, sebetulnya tidak ada lagi yang harus diperdebatkan, tidak perlu lagi ada pandangan-pandangan kurang menyenangkan terhadap ASN yang masih sayup-sayup dikalangan masyarakat. 

Ada nilai plus bagi kita ASN di bawah Mualem-Dek Fad, dimana keduanya berasal dari kalangan yang berwara wiri di tengah masyarakat. 

Sebagaimana kita ketahui, keduanya bukan orang asing dalam figur perjuangan keadilan dan kesejahteraan. Begitu pula yang tercantum dalam visi dan misinya, yang secara keseluruhan mencerminkan hajat terpendam banyak orang. 

Belum lagi, karakter keduanya masih sebagaimana dalam harapan. Contoh dekat, saat retreat Mualem tidak perlu lagi memperkenalkan diri dihadapan Presiden, kemudian berlanjut kepada sengketa 4 pulau, dan hal-hal lain.

Baca juga: Inggris Tangkap 365 Pengunjuk Rasa Pro Palestina, Demo Massal Pecah di Arab dan Barat

Baca juga: Profil Prajogo Pangestu, Konglomerat Indonesia Orang Terkaya di Asia Tenggara, Harta Rp 549 Triliun

Keberadaan Mualem saat ini mencerminkan bahwa beliau berada di garis depan ASN di Aceh. Meskipun ironi, ada sebahagian yang masih menyangkal terhadap pembuktian karakter Mualem-Dek Fad. 

Bersamaan dengan hal tersebut, bermodalkan ASN yang handal, insyaallah lima tahun kedepan program kerja Pemerintah Aceh mampu menjawab kebutuhan masyarakat, mendukung program pemerintah, menciptakan pembangunan serta mewujudkan Aceh sebagaimana yang diharapkan. 

Wallahu a’lam bisawab, tulisan ini hanya sebagai pengingat bagi penulis bahwa jiwa melayani masyarakat harus senantiasa dimiliki oleh ASN.(*)

*) PENULIS merupakan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aceh.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved