Jumat, 8 Mei 2026

Ini Penyebab Prada Lucky Namo Dipukul Senior, Bukan Penyimpangan, Setiap Hari Disiksa

Prada Lucky Chepril Saputra Namo rupanya disiksa oleh seniornya bukan karena dugaan penyimpangan seksual atau LGBT.

Tayang:
Editor: Amirullah
Kolase: POS-KUPANG.COM/HO
ANGGOTA TNI TEWAS - (Kiri) Foto Prada Lucky Namo (23), anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM) semasa hidup dan (Kanan) Jenazah Prada Lucky Namo (23), anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM), saat berada di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, pada Rabu (6/8/2025). 

SERAMBINEWS.COM -- Kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo, seorang anggota TNI yang bertugas di Batalyon Yonif TP/834/WM, terungkap bukan karena dugaan penyimpangan seksual seperti isu yang beredar sebelumnya.

Menurut pengakuan korban sebelum meninggal, ia disiksa oleh seniornya karena kelelahan saat memasak untuk para anggota.

Prada Lucky Namo meninggal dunia pada Rabu (6/8/2025) di RSUD Aeramo setelah mengalami penyiksaan.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, mengonfirmasi bahwa tim penyidik dari Pomdam IX/Udayana telah menetapkan empat anggota TNI sebagai tersangka.

"Saat ini dari sejumlah personel yang diperiksa baik terduga pelaku maupun saksi-saksi, sementara oleh penyidik Pomdam IX/Udayana sudah ditetapkan empat tersangka dan dilaksanakan penahanan di Subdenpom IX/1-1 di Ende," ujar Brigjen TNI Wahyu Yudhayana pada Minggu (10/8/2025).

Keempat tersangka yang kini ditahan adalah Pratu AA, Pratu EDA, Pratu PNBS, dan Pratu ARR.

Mereka diduga kuat terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan kematian Prada Lucky Namo. Kasus ini mencuat setelah pengakuan korban yang menyebut dirinya dipukuli karena kelelahan saat bertugas memasak.

Baca juga: Ken Setiawan Sebut Penangkapan 2 ASN di Aceh oleh Densus 88 Sudah Tepat: Kalau Engga Bisa Bahaya

Sebelumnya pada laporan yang beredar, sempat disebutkan kalau Prada Lucky Namo disiksa karena diduga melakukan penyimpangan seksual dengan Prada Ricard Junimton Bulan.

Keduanya kemudian diperiksa lalu Prada Lucky kabur ke rumah ibu asuhnya.

Setelah itu ia dijemput kembali ke Batalyon dan dipukuli oleh seniornya menggunakan selang dan tangan kosong.

Namun menurut kakak Prada Lucky Namo, Novilda Lusiana Hetinina Namo, adiknya itu sudah dipukuli sebelum kabur.

"Informasi yang saya dapat, setiap pergantian piket itu Lucky dianiaya. Dari hari Senin sampai dia masuk rumah sakit," kata Lusi dikutip dari Kompas TV, Senin (11/8/2025).

Bahkan sebulan sebelum kejadian, Prada Lucky juga sempat curhat pada Lusi kalau ia dipukul oleh seniornya.

"Dia cerita saya satu kalimat, dia curhat sekitar bulan lalu. Melalui telepon," kata Luci.

Kepada sang kakak, Prada Lucky Namo mengaku kalau ia sedang sakit.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved