Minggu, 12 April 2026

Liputan Eksklusif Aceh

Sejumlah Tokoh Hadiri Peringatan Hari Damai Aceh ke-20 

Peringatan hari damai di Balee Meuseuraya Aceh ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Tgk Malik Mahmud Alhaytar (Wali Nanggroe Aceh)...

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ RIANZA ALFANDI
HARI DAMAI ACEH – Sejumlah perwakilan negara sahabat menghadiri peringatan 20 Tahun Damai Aceh yang diperingati di Balee Meuseuraya Aceh (BMA) Kota Banda Aceh, Jumat (15/8/2025). 

Amatan Serambinews.com, pusat peringatan hari damai di Balee Meuseuraya Aceh ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Tgk Malik Mahmud Alhaytar (Wali Nanggroe Aceh), Muzakir Manaf (Gubernur Aceh), Kapolda Aceh, Pangdam IM, Kajati Aceh, serta sejumlah perwakikan duta besar dari negara sahabat.

Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Masyarakat Aceh memperingati 20 tahun perdamaian di Balee Meuseuraya Aceh (BMA) Kota Banda Aceh, Jumat (15/8/2025).

Usia perdamaian Aceh genap berumur 20 tahun, sejak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Republik Indonesia (RI) sepakat mengakhiri perang bersenjata dan menandatangani kesepakatan damai pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, Finlandia.  

Kesepakatan itu kini disebut sebagai Hari Damai Aceh dan saban tahun setiap 15 Agustus diperingati secara bersama-sama dengan berbagai rangkaian agenda. 

Amatan Serambinews.com, pusat peringatan hari damai di Balee Meuseuraya Aceh ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Tgk Malik Mahmud Alhaytar (Wali Nanggroe Aceh), Muzakir Manaf (Gubernur Aceh), Kapolda Aceh, Pangdam IM, Kajati Aceh, serta sejumlah perwakikan duta besar dari negara sahabat.

Selain itu juga hadir, para ulama, guru besar, rektor universitas di Aceh, para bupati/walikota, ketua partai politik lokal dan nasional, Anggota DPRA, tokoh masyarakat, eks kombatan GAM serta masyarakat umum. 

Sebelumnya, Gubernur Aceh Mualem menyampaikan bahwa dua dekade perdamaian ini merupakan bukti keberhasilan Aceh dalam penyelesaian konflik yang bermartabat. 

Hal itu disampaikan Mualem saat menghadiri Diskusi Internasional dalam rangka memperingati 20 tahun perdamaian Aceh, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Kamis (14/8/2025).

“Hari ini kita berkumpul dalam suasana persaudaraan pada momen peringatan dua dekade perdamaian Aceh. Ini adalah proses yang harus terus dijaga. Mari kita teguhkan tekad untuk menjaga warisan damai ini, bukan hanya untuk dua dekade, tetapi selamanya,” ujar Mualem.

Baca juga: 20 Tahun Damai Aceh, Mualem Kecewa Masih Banyak Butir MoU Helsinki Belum Terealisasi

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Reintegrasi Aceh, Jamaluddin, menyatakan bahwa diskusi ini bertujuan untuk memahami makna 20 tahun perdamaian Aceh sekaligus menyusun rekomendasi bagi Pemerintah Pusat dalam perumusan kebijakan. 

Ia menyoroti pentingnya penyelesaian konflik yang tidak hanya menciptakan perdamaian, namun juga bersifat menyeluruh dan berkelanjutan.

“Hasil dari diskusi publik hari ini akan diserahkan kepada Pemerintah Pusat sebagai referensi dalam penyusunan kebijakan terkait perdamaian Aceh yang menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya.(*)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved