Selasa, 21 April 2026

Kupi Beungoh

RAPBN 2026: Alokasi Ambisius, Harapan Besar, dan Tantangan Implementasi

Misalnya, anggaran pendidikan dialokasikan sebesar Rp757,8 triliun (sekitar 20?ri APBN) – tertinggi sepanjang sejarah.

Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Prof. Dr. Ir. Muhammad Irham, S.Si, M.Si. 

Apakah jumlah guru, tenaga medis, dan fasilitas saat ini siap menyerap dana tambahan?

Peningkatan kualitas guru dan kompetensi tenaga pendidikan harus dikelola agar tidak hanya mencapai kuantitas.

Selama ini Indonesia masih kekurangan guru dalam memantau di daerah terpencil, sehingga pemanfaatan anggaran besar harus bersamaan dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Demikian pula di bidang kesehatan, cakupan JKN yang meliputi perlunya peningkatan kapasitas rumah sakit dan puskesmas. 

Besarnya anggaran (naik dari Rp218,5T pada 2025) akan bermanfaat jika dapat menurunkan ketimpangan kesehatan.

Namun, beban utang pemerintah dan demografi yang menua perlu dijaga agar layanan kesehatan berkelanjutan.

UMKM dan Koperasi Desa: Mendorong Ekonomi Lokal

Program pembangunan desa, koperasi, dan UMKM dialokasikan sekitar Rp181,8T. Sebesar Rp83T di antaranya disiapkan dalam bentuk pinjaman melalui bank Himbara untuk mendukung 80.000 koperasi Merah Putih.

Konsep ini mengedepankan gotong-royong ekonomi desa dengan harapan memperpendek rantai distribusi dan meningkatkan pendapatan petani/nelayan.

Jika berhasil, program ini dapat memperkuat perekonomian desa, mengurangi ketergantungan terhadap rentenir, dan menyerap tenaga kerja.

Namun, ada beberapa tantangan sosial-ekonomi. Modal Rp83T untuk koperasi relatif kecil jika dibandingkan potensi kebutuhan total.

Sebagai ilustrasi, jika setiap koperasi dijamin pinjaman plafon Rp3 miliar, 80.000 koperasi memerlukan pembiayaan hingga Rp240T– jauh melampaui alokasi resmi.

Hal ini menunjukkan risiko ekspektasi dan realisasi dukungan keuangan.

Selain itu, efektivitas pinjaman bergantung pada keterampilan manajemen koperasi dan tata kelola dana.

Pemerintah perlu memastikan pendampingan dan pengawasan ketat agar pinjaman digunakan secara produktif.

Tantangan lain adalah keuangan inklusif: meski bunga rendah, koperasi di desa membutuhkan integrasi dengan ekosistem finansial (misalnya akses KUR) agar keinginan usaha UMKM tetap terjaga.

Pertahanan dan Investasi: Keamanan Negara dan Penggerak Ekonomi

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved