Breaking News

Internasional

Agni-V Meluncur! Perlombaan Rudal India dan Pakistan Memanas,  India Kirim Sinyal Keras ke China?

India dan Pakistan sama-sama mengembangkan sistem persenjataan baru, namun para analis menilai sasaran utama India bukan hanya Pakistan,

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Anadolu Agency
Illustrasi Rudal -India dan Pakistan sama-sama mengembangkan sistem persenjataan baru 

Agni-V Meluncur! Perlombaan Rudal India–Pakistan Memanas,  India Kirim Sinyal Keras ke China?

SERAMBINEWS.COM-Perlombaan rudal di Asia Selatan kembali memanas.

India dan Pakistan sama-sama mengembangkan sistem persenjataan baru, namun para analis menilai sasaran utama India bukan hanya Pakistan, melainkan juga China.

Uji Coba Rudal Agni-V oleh India

Dilansir dari kantor berita Aljazeera (28/8/2025), pada 20 Agustus 2025 lalu, India mengumumkan keberhasilan uji coba Agni-V, rudal balistik jarak menengah dari lokasi uji coba di pesisir Odisha, Teluk Benggala.

Agni-V memiliki spesifikasi mengesankan:

  • Panjang: 17,5 meter
  • Berat: 50 ton
  • Muatan: lebih dari 1.000 kg (nuklir maupun konvensional)
  • Jangkauan: lebih dari 5.000 km
  • Kecepatan: mendekati 30.000 km/jam (hipersonik)

Baca juga: India Nyatakan Perang Dagang dengan AS usai Trump Berlakukan Tarif 50 Persen

Dengan jangkauan tersebut, rudal ini dapat mencapai sebagian besar wilayah Asia, termasuk kawasan utara Tiongkok, serta beberapa wilayah di Eropa.

Menurut para pakar, uji coba kali ini bukan kebetulan.

Waktunya bertepatan dengan rencana kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Tiongkok untuk menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).

Meski hubungan India–Tiongkok belakangan mulai mencair, India masih memandang Beijing sebagai ancaman utama di kawasan.

“Agni-V dikembangkan sebagai bagian dari kemampuan pencegahan nuklir India terhadap Tiongkok. Rudal ini tidak ada hubungannya dengan Pakistan,” jelas Manpreet Sethi, peneliti di Pusat Studi Kekuatan Udara di New Delhi.

Baca juga: India Siap Jadikan Sabang sebagai Pelabuhan Transshipment

Pakistan Perkuat Pertahanan dengan Komando Baru

Sebelumnya, Pakistan pada 13 Agustus mengumumkan pembentukan Komando Pasukan Roket Angkatan Darat (ARFC).

 Langkah ini dilakukan setelah pertempuran singkat dengan India pada Mei lalu, yang menyoroti kelemahan pertahanan rudal Pakistan.

Selain itu, Pakistan juga memperlihatkan Fatah-4, rudal jelajah dengan jangkauan 750 km yang mampu membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir.

Namun, dibanding India, kemampuan rudal jarak jauh Pakistan masih tertinggal.

Rudal terjauh yang dimiliki Pakistan, Shaheen-III, hanya menjangkau sekitar 2.750 km.

Pakistan memang memiliki rudal berkemampuan MIRV (Multiple Independently Targetable Re-entry Vehicle) bernama Ababeel, dengan jangkauan 2.200 km.

 MIRV memungkinkan satu rudal membawa beberapa hulu ledak nuklir yang bisa menyerang target berbeda sekaligus.

Meski begitu, jarak tersebut masih terbatas jika dibandingkan dengan rudal-rudal India.

Baca juga: VIDEO "Boikot McDonalds dan Apple!" Warga India Murka Balas Kebijakan Tarif Trump

India Bidik Kekuatan Global

India kini bahkan tengah mengembangkan Agni-VI yang diperkirakan memiliki jangkauan lebih dari 10.000 km dan sudah dipersenjatai MIRV.

Selain itu, India juga mengembangkan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM) untuk memperkuat armada kapal selam nuklirnya (SSBN).

Saat ini India sudah memiliki dua SSBN operasional dan sedang membangun dua lainnya.

 Dengan sistem ini, India bisa mengerahkan ratusan hulu ledak nuklir dari laut, yang meningkatkan daya tangkalnya secara signifikan.

Sebaliknya, Pakistan tidak memiliki kapal selam nuklir. Hal ini membuat daya jangkau dan kekuatan deterensinya jauh lebih terbatas dibanding India.

Baca juga: 5 Orang Tewas akibat Helikopter Pakistan Jatuh Saat Misi Penyelamatan

Reaksi Amerika Serikat 

Perkembangan rudal kedua negara mendapat perhatian dunia.

Amerika Serikat lebih khawatir terhadap ambisi Pakistan dibanding India.

 Washington menilai Pakistan bisa saja mengembangkan kemampuan untuk menjangkau Israel, bahkan AS, di luar target India.

Sebaliknya, pengembangan rudal India justru diterima relatif lebih tenang oleh Barat.

Para analis menyebut hal ini terkait strategi AS di Asia Pasifik, di mana India dipandang sebagai “penyeimbang” bagi kekuatan Tiongkok.

Sejak 2008, India mendapatkan keringanan dari Nuclear Suppliers Group (NSG) yang memungkinkannya terlibat dalam perdagangan nuklir global, meski bukan anggota Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Status ini membuat India diperlakukan sebagai negara pemilik senjata nuklir de facto.

Baca juga: Trump Ganti Nama Kementerian Pertahanan Menjadi Departemen Perang

Penilaian Analis

Menurut Christopher Clary, asisten profesor di Universitas Albany, misi utama Agni-V jelas ditujukan kepada Tiongkok.

“Pantai timur Tiongkok, tempat kota-kota terpenting secara ekonomi dan politik berada, sulit dijangkau dari India.

 Itu sebabnya India mengembangkan rudal jarak jauh,” katanya.

Sementara itu, pakar asal Pakistan Tughral Yamin menilai arah kebijakan rudal India dan Pakistan berbeda:

Pakistan: fokus defensif terhadap India

India: ambisi global, dengan target utama Tiongkok
 
Secara keseluruhan, perkembangan terbaru menunjukkan perlombaan rudal di Asia Selatan semakin intens, namun arah utama India jelas ditujukan ke Tiongkok.

Pakistan tetap berfokus pada ancaman dari India, sementara Amerika Serikat memilih menutup mata terhadap program rudal India, tetapi waspada pada ambisi Pakistan.

Baca juga: Trump Sesumbar Akhiri Perang Gaza dalam Dua Pekan di Tengah Serangan Israel yang Terus Meningkat

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved