Para ASN dikerahkan untuk membersihkan area publik, mengangkut lumpur dan sampah, serta menata kembali lingkungan
Penyaluran seluruh donasi dan bantuan kemanusiaan akan dilaksanakan secara terkoordinasi oleh Partner Berbagi bersama GEKRAFS Aceh.
tim menemukan banyak warga kehilangan rumah dan masih membersihkan lingkungan pascabencana.
“Sebelum menuju lokasi bencana, tim UNESA melakukan koordinasi dengan Pemerintah Aceh dan diterima langsung oleh Gubernur
Fahrurrazi merincikan, emas 99,5 persen kini bertahan Rp 7.700.000 per mayam, belum termasuk ongkos Rp 50 ribu.
“Bendera putih itu bukan tanda putus asa. Itu isyarat darurat. Dalam bacaan saya, masyarakat Aceh sedang mengatakan bahwa negara belum
Berbagai kebutuhan mendesak berhasil dihimpun, kemudian dikemas dan diangkut menggunakan lima unit mobil pick up
Menurutnya, hingga kini jalur darat menuju Aceh Tengah dan Bener Meriah masih belum sepenuhnya terbuka.
Dengan perahu karet yang terus bergerak bolak-balik, tim ini memprioritaskan penyebrangan pasien yang membutuhkan penanganan
Sedangkan dua kecamatan diprediksi berawan, yaitu Kecamatan Longkib dan Kecamatan Rundeng.
Ia menulis tentang harapan yang perlahan meredup, daya yang menurun, serta rasa kehilangan pegangan di tengah bencana yang melanda.
Bendera putih yang dikibarkan agar pemerintah perlu hadir dalam kebijakan nyata. Pemerintah juga didesak agar membuka akses
Sedangkan tujuh kecamatan berawan masing-masing Kecamatan Pulau Banyak, Singkil, Gunung Meriah dan Kecamatan Kota Baharu.
Namun, kuota penyaluran pada hari itu nihil karena 1.120 tabung LPG 3 kg masih dalam perjalanan dan diperkirakan tiba
Daerah dengan korban meninggal terbanyak berikutnya adalah Aceh Tamiang dengan 85 orang meninggal dan 208.163 jiwa mengungsi
Dilkatakam, percepatan pembangunan jembatan bailey, sebagaimana disampaikan oleh Bupati Nagan Raya
Ban sepeda motor yang dipenuhi tanah, terasa licin ketika melewati lembaran papan jembatan darut.
“Selain korban meninggal dan hilang, banjir juga menyebabkan 2.015 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan
Aksi pertama berupa pengabdian langsung di lapangan, yaitu membantu warga membersihkan rumah dari lumpur dan puing
“Dulunya ini jalan, sekarang sudah putus. Ada air mengalir, jadi dijadikan tempat mencuci pakaian,” ujar beberapa warga