Salam

Fadhil Ilyas dan Harapan Baru Bank Aceh

Fadhil Ilyas, sosok yang telah lama berkiprah di Bank Aceh, resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI INDONESIA EDISI SELASA 20250909 

SETELAH dua tahun kursi Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah kosong, akhirnya roda kepemimpinan kembali berputar. Fadhil Ilyas, sosok yang telah lama berkiprah di Bank Aceh, resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Kantor Gubernur Aceh, Senin (8/9/2025).

Penetapan ini bukan sekadar formalitas administratif. Ia adalah penegasan atas perjalanan panjang seorang putra Aceh yang tak pernah berhenti belajar, bekerja, dan berkontribusi. Fadhil bukan orang baru. Ia tumbuh bersama Bank Aceh, dari staf operasional hingga menduduki posisi strategis sebagai Direktur Bisnis dan Plt Direktur Utama. Kini, ia dipercaya penuh untuk memimpin lembaga keuangan daerah yang menjadi tulang punggung ekonomi Aceh.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dalam sambutannya menyampaikan keyakinan bahwa Fadhil mampu menjalankan amanah dengan baik. “Saya percaya Saudara akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah Yang Maha Kuasa meridhai,” ujarnya sebagaimana diberitakan Serambi, Selasa (9/9/2025).

Harapan itu bukan tanpa dasar. Di bawah kepemimpinan Fadhil, Bank Aceh mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 2,5 triliun kepada lebih dari 21 ribu nasabah. Ia juga membawa Bank Aceh meraih penghargaan dari KPK RI sebagai satu-satunya lembaga keuangan yang berkomitmen dalam kampanye antikorupsi.

Lebih dari itu, Fadhil adalah simbol dari generasi profesional Aceh yang tumbuh dari bawah, berproses dengan tekun, dan tetap menjunjung tinggi nilai pendidikan. Saat ini, ia tengah menempuh program doktoral di bidang fiqh ekonomi syariah di UIN Ar-Raniry, sebuah langkah yang menunjukkan bahwa jabatan bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Bank Aceh bukan hanya bank daerah. Ia adalah instrumen pembangunan, penggerak ekonomi rakyat, dan wajah keuangan Aceh di mata nasional. Di tengah tantangan ekonomi global dan tuntutan transformasi digital, kepemimpinan yang visioner dan berintegritas menjadi syarat mutlak. Fadhil Ilyas kini memikul harapan itu.

Kita percaya, dengan dukungan penuh dari pemegang saham, pemerintah daerah, dan masyarakat Aceh, Bank Aceh dapat melangkah lebih jauh. Tidak hanya sebagai bank yang sehat secara finansial, tetapi juga sebagai lembaga yang hadir di tengah rakyat, membantu UMKM, memperkuat literasi keuangan, dan menjadi mitra pembangunan yang inklusif.

Penunjukan Fadhil Ilyas juga menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Bank Aceh sebagai bank daerah yang tidak hanya kompetitif secara bisnis, tetapi juga relevan secara sosial. Di tengah tuntutan digitalisasi dan inklusi keuangan, Bank Aceh diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil, komunitas lokal, dan generasi muda yang membutuhkan akses layanan keuangan yang adil, transparan, dan berbasis nilai-nilai syariah. 

Kepemimpinan baru ini harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar budaya dan komitmen terhadap pembangunan daerah. Selamat bertugas Fadhil Ilyas. Semoga amanah ini menjadi ladang pengabdian, bukan sekadar pencapaian. Dan semoga Bank Aceh terus tumbuh sebagai bank kebanggaan masyarakat Aceh.(*)

 

POJOK

Fadhil Ilyas dirut Bank Aceh

Ya, Fadhil dapat jabatan, rakyat dapat harapan

Mualem minta daerah jaga stabilitas pangan

Tapi semuanya butuh stabilitas anggaran kan, hehehe

Perusahaan Migas Rusia Minati Investasi di Aceh

Di Aceh yang minat banyak, tapi realisasinya mangkrak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved