Jumat, 12 Juni 2026

Berita Internasional

Penyair Fikar W. Eda Membawa Puisi dan Canang ke Panggung Dunia Busan

Lelaki itu adalah Fikar W. Eda, penyair Aceh yang selama empat hari berturut-turut tampil membacakan puisi di salah satu festival tari internasional

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Subur Dani
Dok SERAMBINEWS.COM/HO
Fikar W Eda tampil bersama tim saman di Busan 

Laporan dari Busan, Korea Selatan

SERAMBINEWS.COM, BUSAN - Di tengah gemuruh tepuk tangan ribuan penonton Busan International Dance Festival (BIDF) 2026, seorang lelaki berbalut busana adat Gayo melangkah perlahan menuju pusat panggung. 

Di lehernya tergantung sebuah canang, alat musik tradisional dari dataran tinggi Gayo. Di tangannya berkibar kain Upuh Ulen-Ulen, simbol kehormatan masyarakat Gayo.

Lelaki itu adalah Fikar W. Eda, penyair Aceh yang selama empat hari berturut-turut tampil membacakan puisi di salah satu festival tari internasional paling bergengsi di Korea Selatan. 

Baca juga: Saman Getarkan Busan: Ketika Warisan Gayo Menjadi Bahasa Dunia

Puisi berjudul "Seribu Saman" mengawali seluruh rangkaian pertunjukan delegasi Indonesia yang mewakili Aceh pada BIDF 2026 yang berlangsung pada 5–9 Juni di Busan. Sebuah pilihan artistik yang tidak lazim untuk sebuah festival tari kontemporer internasional.

Ketika video singkat tentang Tari Saman selesai diputar, Fikar muncul dari sisi panggung. Ia bergerak menyerupai elang yang sedang membentangkan sayap. Kain Upuh Ulen-Ulen yang dikibarkannya menambah kesan dramatik. 

Sesekali terdengar denting canang yang dimainkan sendiri olehnya, menciptakan suasana magis yang mengundang perhatian penonton.

Di saat yang sama, sekelompok pemuda berkostum Saman memasuki arena. Mereka membentuk lingkaran sambil bertepuk tangan, menunggu aba-aba yang akan membawa penonton memasuki dunia Gayo.

Baca juga: BUMDes di 49 Gampong di Indrajaya Miliki Sertifikat AHU, Begini Alur Pendaftarannya

Lalu suasana menjadi hening. Ketukan canang terdengar sekali lagi. Fikar mulai membaca puisi.

Suara penyair itu mengalun di ruang pertunjukan, mengantar kisah tentang Saman yang lahir dari tanah pegunungan Gayo dan menjelma menjadi warisan dunia. Kata-kata yang diucapkannya bukan sekadar pembuka pertunjukan, melainkan jembatan yang menghubungkan penonton internasional dengan ruh budaya yang akan mereka saksikan.

Ketika puisi mencapai bagian akhir, sorot lampu menimpa tubuhnya. Dengan suara lantang ia meneriakkan:

"Aku kirimkan Saman untukmu!"

Kalimat itu menjadi penutup pembacaan puisi sekaligus penanda dimulainya Tari Saman.

Fikar kemudian meninggalkan panggung perlahan. Para penari mengambil alih ruang pertunjukan. 

Salam pembuka bergema, disusul gerak-gerak ritmis yang padu, cepat, dan memukau. Penonton Busan pun larut dalam pesona salah satu warisan budaya paling terkenal dari Aceh.

Baca juga: Aceh Butuh Wirausaha Sosial Kerah Putih, Orasi Kepala Bappeda di FISIP UIN

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved