Berita Internasional
Penyair Fikar W. Eda Membawa Puisi dan Canang ke Panggung Dunia Busan
Lelaki itu adalah Fikar W. Eda, penyair Aceh yang selama empat hari berturut-turut tampil membacakan puisi di salah satu festival tari internasional
Bagi banyak orang, kehadiran puisi dalam panggung tari internasional merupakan sesuatu yang baru.
M. Aris dari Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh menilai perpaduan tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam penampilan delegasi Indonesia.
"Ini ajang tari kontemporer, tetapi kita membawakan puisi juga. Saya kira itu sesuatu yang bagus di Busan International Dance Festival," ujarnya.
Hal serupa disampaikan Aminnulah Adnan, CEO Duta Saman Institute. Menurutnya, pertunjukan tersebut lahir dari kolaborasi berbagai disiplin seni yang saling menguatkan.
Selain menghadirkan Fikar W. Eda sebagai pembaca puisi, delegasi Indonesia juga melibatkan penata musik dan seni pertunjukan Zulhasfan Nasution yang memberikan sentuhan artistik modern pada keseluruhan pementasan.
"Sentuhan beliau membuat nuansa pertunjukan menjadi sangat adaptif dengan teknologi," kata Aminnulah.
Selama empat hari penyelenggaraan BIDF, formula yang sama terus dipertahankan. Fikar membuka pertunjukan dengan puisi "Seribu Saman", lalu Tari Saman mengambil alih panggung hingga akhir.
Penampilan berlangsung dua hari di Haeundae Beach Stage, panggung terbuka yang berada di bibir pantai Busan, sebelum kemudian tampil di Geoje Arts Centre Grand Theater pada 9 Juni 2026 sebagai bagian dari rangkaian resmi BIDF.
Baca juga: Golkar Aceh Adakan Nobar Piala Dunia 2026, Sediakan Makanan dan Terbuka Untuk Umum
Setiap pertunjukan berakhir dengan cara yang sama.
Setelah Tari Saman selesai dimainkan, Fikar kembali naik ke atas panggung. Ia berdiri bersama seluruh pemain, membungkuk memberi penghormatan kepada penonton, lalu meninggalkan arena diiringi gemuruh tepuk tangan.
Momen itu bukan hanya tentang seorang penyair yang membacakan puisi di negeri orang. Lebih dari itu, ia sedang membawa suara kebudayaan dari wilayah Aceh ke panggung dunia.
Melalui puisi, canang, Upuh Ulen-Ulen, dan gerak simbolik yang ia tampilkan, Fikar menghadirkan wajah lain dari Aceh—sebuah daerah yang tidak hanya memiliki Tari Saman, tetapi juga tradisi sastra yang hidup dan terus bergerak melintasi batas-batas negara.
Baca juga: Jalan Singkil–Kuala Baru yang Belum Benar-Benar Tembus
Keikutsertaan Aceh dalam BIDF 2026 menjadi bagian dari perjalanan panjang diplomasi budaya yang selama ini dilakukan para pegiat seni Aceh di berbagai belahan dunia. Melalui Tari Saman dan puisi "Seribu Saman", pesan persahabatan itu kembali disampaikan dari Busan kepada dunia.
Kehadiran delegasi Aceh pada BIDF 2026 difasilitasi sepenuhnya oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh atas atensi Gubernur Aceh dan Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir.(*)
| Saman Getarkan Busan: Ketika Warisan Gayo Menjadi Bahasa Dunia |
|
|---|
| Drone Ditembak Jatuh, Iran Balas Gempur Pangkalan Militer AS di Kawasan Teluk |
|
|---|
| AS Makin 'Mesra' dengan Israel! Upaya Demokrat Gagalkan Kerja Sama Militer Gagal Total |
|
|---|
| Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata, Berlaku Jika Hizbullah Hentikan Serangan ke Wilayah Israel |
|
|---|
| AS Tampar Rencana Inggris, Misi Buka Selat Hormuz Dinilai Tak Masuk Akal di Tengah Ketegangan Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/FIKAR-W-EDA-SAMAN.jpg)