Kesehatan
Sering Stres? Waspada, Ini Alasan Haid Bisa Telat Menurut Dr Boyke
“Stres itu bisa mengakibatkan keseimbangan hormon kita di kepala, di otak, menjadi terganggu,” ujar Dr Boyke dikutip Rabu (17/12/2025).
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
“Kalau seorang wanita sudah berhenti haid di usia 42 tahun, itu sudah termasuk menopause dini,” jelas dr Boyke dalam tayangan konsultasinya dikutip Sabtu (13/12/2025).
6 Tanda Menopause Dini yang Sering Tak Disadari
Banyak perempuan tidak menyadari kalau gejala yang mereka alami adalah tanda tubuh mulai memasuki fase menopause dini. Berikut penjelasan dr Boyke:
1.Siklus Haid Tidak Teratur
Haid yang datang tidak menentu, kadang dua bulan sekali, bahkan bisa berhenti tiba-tiba selama beberapa bulan menjadi tanda pertama kadar hormon estrogen menurun.
Baca juga: Fenomena Ani-Ani dan Sugar Daddy: dr Boyke Ungkap 5 Alasan Kenapa Pria Paruh Baya Justru Makin Ganas
2. Haid Terhenti Sebelum Usia 45 Tahun
Bila seorang wanita tidak mengalami menstruasi sama sekali selama 12 bulan penuh sebelum usia 45, maka hal itu sudah tergolong menopause dini.
3. Nyeri Hebat Saat Haid
“Kalau nyerinya sampai ke kepala, bahkan terasa hingga ke ubun-ubun, itu bisa jadi tanda adanya endometriosis,” terang dr Boyke. Penyakit ini sering menyerang wanita usia subur dan berkaitan erat dengan gangguan hormonal.
4. Sulit Tidur dan Mudah Lelah
Ketika kadar hormon turun drastis, tubuh menjadi lebih mudah lelah, sulit tidur, dan sering terbangun di malam hari tanpa sebab jelas.
6. Perubahan Emosi dan Suasana Hati
Banyak wanita menopause dini yang mengaku lebih mudah tersinggung, cemas, atau merasa sedih. Hal ini dipicu oleh fluktuasi hormon estrogen dan progesteron yang memengaruhi kestabilan emosi.
7. Perubahan Fisik Akibat Turunnya Estrogen
Gejala fisik seperti sensasi panas (hot flashes), kulit kering, penurunan gairah seksual, hingga berat badan yang sulit dikontrol juga bisa menjadi tanda khas menopause dini.
Menurut dr Boyke, jika menopause dini terdeteksi sejak awal, masih ada langkah yang bisa dilakukan untuk memperlambat prosesnya. Salah satunya adalah pemberian terapi hormon.
| 5 Makanan dan Minuman yang Bisa Tingkatkan Risiko Kanker, Daging Olahan hingga Alkohol |
|
|---|
| 4 Makanan yang Bisa Membantu Menurunkan Risiko Kanker Kolorektal, Jaga Kesehatan Usus Sejak Dini |
|
|---|
| 9 Cara Mengurangi Asupan Gula Harian agar Tubuh Lebih Sehat, Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sederhana |
|
|---|
| Sering Langsung Tidur Setelah Makan? Ini 5 Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai |
|
|---|
| 8 Khasiat Buah Murbei untuk Kesehatan, Bantu Jaga Jantung hingga Stabilkan Gula Darah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-siklus-haid-atau-menstruasi.jpg)