Senin, 4 Mei 2026

Kesehatan

Masuk Usia 30-an, Perut Mudah Buncit? Waspadai 6 Penyebab Ini

Seiring bertambahnya usia, kadar hormon seperti testosteron dan estrogen menurun, sementara hormon stres kortisol justru meningkat.

Tayang:
Editor: Amirullah
kompas.com
ilustrasi perut buncit 

SERAMBINEWS.COM  - Lingkar perut cenderung bertambah seiring bertambahnya usia akibat penumpukan lemak di area perut.

Kondisi ini kerap terjadi meskipun pola makan atau diet seseorang tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Fenomena tersebut paling sering dialami setelah memasuki usia 30 tahun. Pada fase ini, tubuh mulai mengalami berbagai perubahan biologis yang memengaruhi cara lemak disimpan dan dibakar.

Salah satu faktor utama penyebab perut buncit adalah perubahan hormonal.

Seiring bertambahnya usia, kadar hormon seperti testosteron dan estrogen menurun, sementara hormon stres kortisol justru meningkat. Perubahan ini mendorong tubuh menyimpan lemak lebih banyak di area perut.

Selain itu, laju metabolisme tubuh juga cenderung melambat. Akibatnya, pembakaran kalori menjadi kurang efisien sehingga kelebihan energi lebih mudah diubah menjadi lemak, terutama di bagian perut.

Pilihan gaya hidup turut berperan penting. Aktivitas fisik yang berkurang, pola tidur yang tidak teratur, serta tingkat stres yang tinggi dapat mempercepat penumpukan lemak perut.

Di sisi lain, faktor genetik juga menentukan bagaimana tubuh mendistribusikan lemak seiring bertambahnya usia.

Melansir kanal kesehatan NDTV, berikut ini kemungkinan penyebabnya.

1. Perubahan hormonal

Faktor pertama adalah penyebab hormonal.

Seiring bertambahnya usia, hormon pertumbuhan dan testosteron/estrogen menurun, sementara kadar kortisol meningkat.

Kombinasi ini memicu penyimpanan lemak perut bagian dalam.

Sebagai informasi, transisi hormonal selama menopause menyebabkan penurunan kadar estrogen pada wanita, yang dapat mengakibatkan redistribusi lemak ke area perut.

Pada pria, penuaan juga disertai penurunan testosteron, yang dapat menyebabkan peningkatan lemak perut dan hilangnya massa otot.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved