Kesehatan
Tips Aman Olahraga untuk Penderita Obesitas, Hindari Cedera pada Sendi
Penderita obesitas tetap bisa berolahraga untuk menurunkan berat badan, namun harus dilakukan dengan hati-hati dan bertahap.
Ringkasan Berita:
- Alfa Januar Krista mengingatkan olahraga high impact seperti lari dan lompat tali berisiko tinggi bagi penderita obesitas.
- Pilih olahraga ramah sendi seperti berenang, bersepeda, atau jalan kaki dengan durasi terbatas dan diselingi istirahat.
- Perkuat otot paha dan imbangi dengan pola makan sehat agar penurunan berat badan lebih aman dan efektif.
SERAMBINEWS.COM - Penderita obesitas tetap bisa berolahraga untuk menurunkan berat badan, namun harus dilakukan dengan hati-hati dan bertahap.
Pemilihan jenis olahraga yang tepat, menghindari aktivitas berisiko tinggi, serta memperkuat otot penopang menjadi kunci untuk mencegah cedera dan menjaga kesehatan sendi.
Banyak penderita obesitas yang tiba-tiba bersemangat memulai rutinitas aktivitas fisik, seperti lari atau lompat tali demi memangkas berat badan secara cepat.
Niat baik untuk mengubah gaya hidup ini, sayangnya kerap membawa masalah baru jika pemilihan jenis olahraga tidak disesuaikan dengan berat tubuh pada saat itu.
Anggapan bahwa kelebihan bobot membuat persendian menjadi sangat rentan terhadap cedera mekanis akibat tekanan ekstra bukanlah sebuah mitos belaka, melainkan fakta medis yang harus diwaspadai secara serius.
"Kalau pasien-pasien obesitas yang kena panggul dan lutut, hati-hati dengan olahraga-olahraga yang menumpu pada kaki," jelas dokter konsultan ortopedi dan traumatologi, sekaligus konsultan kaki dan pergelangan kaki di Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Alfa Januar Krista, Sp.OT, M.Kes, FICS, AIFO-K, di Jakarta, Selasa (2/4/2026).
Baca juga: 9 Cara Mengurangi Asupan Gula Harian, Langkah Sederhana Cegah Diabetes dan Obesitas
Memaksakan struktur kerangka penyangga tubuh yang belum terlatih secara optimal untuk langsung menopang timbunan bobot berlebih dalam gerakan dinamis berintensitas tinggi, berisiko merusak sistem persendian permanen.
Area yang menanggung dampak benturan paling parah biasanya terpusat pada sendi penopang utama bagian bawah.
Komponen rentan seperti tulang panggul, lutut, bantalan sendi, hingga pergelangan kaki, sering kali dipaksa bekerja di luar batas toleransinya.
"Jalan kelihatannya simpel, tapi jalan yang durasinya lama tanpa istirahat dulu justru itu bisa bikin cedera karena ototnya tidak terlatih dulu.
Kemudian bebannya berlebihan," lanjut dr Alfa.
Lantas, apakah ada cara aman bagi penderita obesitas untuk berolahraga?
Baca juga: 5 Penyebab Obesitas Anak yang Makin Mengkhawatirkan, Nomor 1 Sering Terjadi
Tips aman berolahraga bagi penderita obesitas.
1. Hindari gerakan high impact
Gerakan high impact, seperti olahraga yang menuntut pelakunya melayang bebas di udara seperti lompat tali, atau berlari, sebaiknya dihindari pada fase-fase awal transisi kebugaran.
Lutut dan panggul pada orang-orang obesitas tidak bisa terus-menerus menahan bobot tubuh yang sudah berlebihan, ditambah dengan adanya dorongan gravitasi yang melipatgandakan beban.
| Tips Aman Olahraga di Usia 40 Tahun ke Atas, Hindari Cedera dan Risiko Kesehatan |
|
|---|
| 9 Cara Merawat Kulit Berjerawat agar Cepat Hilang dan Tak Tinggalkan Bekas, Wajib Tahu |
|
|---|
| 4 Khasiat Madu untuk Batuk, Redakan Tenggorokan Gatal Secara Alami |
|
|---|
| Sering Keputihan? Waspada, Bisa Bikin Siklus Haid Berantakan! Ini Kata dr Boyke |
|
|---|
| 8 Khasiat Buah Murbei yang Jarang Diketahui, Ampuh Jaga Jantung hingga Stabilkan Gula Darah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/obesitas-03042026.jpg)