Kamis, 23 April 2026

Kesehatan

Ini Bahaya Obat Diabetes Dipakai untuk Diet Instan

Penggunaan obat suntik diabetes tipe 2 untuk menurunkan berat badan secara instan dinilai berbahaya jika dilakukan tanpa pengawasan dokter. 

Editor: Mursal Ismail
Chat GPT
OBAT SUNTIK DIABETES - Penggunaan obat suntik diabetes tipe 2 untuk menurunkan berat badan secara instan dinilai berbahaya jika dilakukan tanpa pengawasan dokter. Foto ilustrasi dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau AI Chat GPT, Sabtu (18/4/2026). 

Ketidaktahuan tentang standar prosedur penyuntikan ini kerap membawa petaka.

"Pernah tuh satu ada yang muntah-muntah sampai enggak bisa makan karena dia paksa pakai obat dengan dosis yang langsung dosis tinggi. Karena enggak diajarin," ungkap Prof. Yunir.

Peredaran jenis obat suntik penurun berat badan diyakini akan semakin masif membanjiri pasar kesehatan di masa mendatang.

Oleh sebab itu, edukasi publik mengenai bahaya penggunaan secara mandiri harus terus digencarkan agar masyarakat awam tidak menjadi korban tren semata.

Pemakaian obat keras dalam jangka waktu panjang membutuhkan pemantauan dokter untuk mendeteksi sedini mungkin jika ada penolakan dari tubuh pasien.

Pengguna mandiri kerap tidak menyadari bahwa rasa tidak nyaman yang mereka alami bukanlah proses diet alami, melainkan reaksi perusakan organ yang sedang berlangsung.

Prof Yunir mengatakan, ancaman komplikasi kesehatan yang menghantui para pengguna tanpa pengawasan dokter ini tidak bisa dipandang sebelah mata dan membutuhkan perawatan intensif.

Jika dibiarkan berlanjut tanpa penanganan tenaga medis profesional, peradangan hebat pada organ dalam bisa berujung fatal dan merenggut nyawa penggunanya.

"Macam-macam (efek sampingnya). Mual, gangguan lambung, terus ada radang pankreas, itu yang pada enggak tahu. Efek sampingnya tidak terpantau," tegas Prof. Yunir.

Rantai penyalahgunaan ini semakin sulit diputus karena sangat lemahnya pengawasan peredaran obat keras di dunia maya.

Masyarakat awam dengan sangat mudah bertransaksi layaknya membeli kebutuhan sehari-hari tanpa pernah dimintai dokumen rekam medis atau salinan resep dokter yang sah oleh pihak penjual.

Celah regulasi ini dengan mudah diakali oleh kebebasan bertransaksi digital. "Memang seharusnya ada aturan, tapi dilanggar karena bisa didapat di marketplace online. Siapa yang mantau? Enggak ada," pungkas Prof Yunir. (*)

Sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2026/04/18/082500620/bahaya-obat-diabetes-dipakai-tanpa-resep-untuk-diet-instan

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved