Kesehatan
Benarkah Waktu Terbaik Makan Buah Saat Perut Kosong? Begini Penjelasannya
Tidak ada bukti yang mendukung gagasan bahwa makan buah saat perut kosong sangat bermanfaat atau mengurangi risiko kembung
SERAMBINEWS.COM - Buah dikenal sebagai salah satu menu penting dalam pola makan sehat.
Kandungan vitamin, mineral, dan serat di dalamnya sangat bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh hingga melancarkan pencernaan.
Namun, banyak anggapan yang beredar bahwa buah sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong.
Jika dimakan bersamaan dengan makanan lain, diyakini bisa memperlambat pencernaan, menyebabkan makanan mengendap di perut, bahkan memicu fermentasi yang berujung pada rasa tidak nyaman.
Faktanya, anggapan tersebut tidak benar. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa buah hanya boleh dikonsumsi ketika perut kosong.
Sistem pencernaan manusia dirancang untuk mengolah berbagai jenis makanan sekaligus, termasuk buah yang dimakan bersamaan dengan nasi, lauk, atau makanan lainnya.
Baca juga: Manfaat Menambahkan Telur Rebus ke Dalam Menu Sarapan, Mengandung Berbagai Zat Gizi
Healthline melansir, ini merupakan salah satu mitos paling umum terkait kapan harus makan buah.
Memang benar, bahwa buah dapat memperlambat pencernaan.
Namun ini bukan berarti makanan akan mengendap begitu lama di perut.
Sebuah studi tahun 2014 menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi pektin gel, sejenis serat dalam buah, memiliki laju pengosongan lambung yang lebih lambat, sekitar 82 menit, dibandingkan dengan sekitar 70 menit pada mereka yang tidak mengonsumsi pektin.
Meskipun perubahan kecepatan ini penting, hal itu sama sekali tidak memperlambat pencernaan hingga menyebabkan makanan membusuk di perut.
Tidak ada bukti yang mendukung gagasan bahwa makan buah saat perut kosong sangat bermanfaat atau mengurangi risiko kembung atau rasa tidak nyaman.
Inspirasi 9 Buah Kaya Antioksidan
Antioksidan merupakan senyawa yang sangat penting untuk menetralkan radikal bebas dalam tubuh, molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan kerusakan sel.
Sebagai informasi, stres oksidatif terkait dengan penuaan, peradangan, dan penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, dan diabetes.
Menyertakan makanan kaya antioksidan dalam pola makan Anda membantu melindungi tubuh dari kerusakan ini.
kesehatan
makan buah-buahan
Lebih Baik Makan Buah daripada Minum Jus Buah
Serambi Indonesia
Kurang Makan Buah dan Sayur
| Jarang Disadari! Pola Makan Berulang Bisa Bikin Berat Badan Turun Lebih Cepat? |
|
|---|
| Rahasia Kulit Lebih Sehat, 5 Manfaat Kolagen untuk Atasi Jerawat dan Bekasnya |
|
|---|
| 9 Penyebab Kolesterol Tinggi di Usia Muda, Diam-diam Bisa Picu Penyakit Jantung |
|
|---|
| 9 Buah untuk Kulit Cerah Alami, Bikin Wajah Lebih Sehat dan Glowing dari Dalam |
|
|---|
| Makanan Sehat untuk Usus Ternyata Bisa Picu Risiko Jantung, Ini Penjelasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-buah-buahan-310.jpg)