Selasa, 7 April 2026

Jurnalisme Warga

Program Sehari Jadi Pemimpin, Memupuk Toleransi di Kalangan Orang Muda Aceh

Sekelompok anak muda dengan latar belakang agama berbeda tampak duduk dengan khusyuk di dalam Kuil Palani Andawer.

Editor: mufti
IST
BAYU SATRIA 

BAYU SATRIA, Pendiri Yayasan Suara Aksi Orang Muda (YouthID), melaporkan dari Banda Aceh

Sekelompok anak muda dengan latar belakang agama berbeda tampak duduk dengan khusyuk di dalam Kuil Palani Andawer.

Kuil di tengah Kota Banda Aceh ini bukan hanya sekadar tempat ibadah, melainkan juga saksi bisu sejarah dan keberagaman agama yang hidup berdampingan di Aceh.

Sekelompok anak muda tadi mendengarkan penjabaran yang disampaikan oleh Pak Radha, seorang tokoh agama Hindu, di bawah undakan kuil yang ikonik.

Kuil ini adalah kuil Hindu tertua dan satu-satunya yang ada di Aceh, berdiri sejak 1934. Didirikan oleh imigran Tamil yang membawa ajaran agama mereka ke tanah Aceh, kuil ini menjadi tempat suci bagi umat Hindu yang ada di Aceh.

Bangunan ini memiliki ciri khas dengan lima undakan yang mengarah menuju pintu utama. Warna-warna cerah seperti kuning, hijau, merah, jingga, dan ungu muda menghiasi setiap bagian kuil. Setiap warna memiliki makna simbolis dalam ajaran Hindu, mencerminkan keseimbangan alam semesta dan keharmonisan hidup.

Begitu memasuki ruang utama kuil, suasana yang tenang terasa menyelimuti. Dinding-dinding kuil yang berwarna kuning muda memberikan suasana yang lembut. Altar utama yang megah, tempat Dewa Mereger disembah, dihiasi dengan ukiran dan hiasan yang memancarkan warna cerah pada kuil.

Di samping altar utama, sebuah altar lebih kecil dengan Batu Ganesha yang sakral memberi dimensi mistis, menciptakan atmosfer yang menenangkan jiwa.

Hari itu, sekelompok orang muda yang tengah duduk di bawah patung Dewa Murugan bukan hanya datang untuk berwisata, tetapi juga untuk mengikuti kegiatan yang sangat berarti dalam upaya membangun kepemimpinan dan pemahaman terhadap keberagaman antarumat beragama. Mereka adalah peserta Program Sehari Menjadi Pemimpin 2024, yang diselenggarakan oleh Yayasan Suara Aksi Orang Muda (YouthID) bekerja sama dengan Aceh Youth Action, dengan dukungan dari Indika Foundation, PwC, Peace Generation Indonesia, dan Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia.

Program ini bertujuan untuk mengasah kepemimpinan orang muda dalam merespons isu-isu sosial dan keberagaman yang ada di tengah masyarakat.

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2021, Program Sehari Menjadi Pemimpin telah menjadi agenda tahunan yang menarik perhatian banyak pihak.

Program ini memberi kesempatan kepada orang muda untuk merasakan langsung pengalaman sebagai pemimpin, dengan terlibat dalam berbagai kegiatan yang berfokus pada penguatan kapasitas kepemimpinan dan kesadaran sosial.

Dalam program ini, orang muda diajak untuk lebih peduli terhadap isu-isu keberagaman dan untuk memimpin dengan hati yang inklusif.

Pada tahun 2024, program ini memasuki tahun keempat dengan penekanan pada keberagaman yang lebih luas, dengan perspektif GEDSI (Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial). Tema ini dipilih karena relevansinya dengan kondisi sosial Indonesia, khususnya di Aceh, yang terus berkembang dan menghadapi tantangan dalam membangun kedamaian dan keharmonisan di tengah perbedaan.

Dalam konteks ini, keberagaman bukan hanya terkait dengan perbedaan agama dan budaya, tetapi juga melibatkan aspek gender, disabilitas, dan inklusi sosial yang lebih luas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

JKA di Mata Hukum

 

JKA di Mata Hukum

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved