Selasa, 28 April 2026

Jurnalisme Warga

Keutamaan Waktu Malam Saat Ramadhan yang Perlu Diburu

Reportase ini saya rangkum dari isi ceramah Ustaz Helmi Bustami bakda isya di Masjid Al-Ikhlas Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen

Editor: mufti
IST
M. ZUBAIR, S.H., M.H., Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bireuen, melaporkan dari Bireuen 

M. ZUBAIR, S.H., M.H., Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bireuen, melaporkan dari Bireuen

Reportase ini saya rangkum dari isi ceramah Ustaz Helmi Bustami bakda isya di Masjid Al-Ikhlas Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, 3 Maret 2026/M, 13 Ramadhan 1447/H lalu.

Pengurus Masjid Al-Ikhlas Geulanggang Teungoh selama bulan suci Ramdhan menggelar ceramah singkat bakda isya sebelum memulai shalat Tarawih dengan mengahdirkan penceramah-penceramah terbaik dan berwawasan luas, baik dalam bidang ilmu agama maupun bidang umum lainnya.

Pada malam ke-13 Ramadhan itu Ustaz Helmi membuka tausiahnya dengan mengutip pertanyaan anak-anak apakah yang mula-mula diciptakan Allah: bulan atau malam? Beliau jelaskan bahwa banyak dalam surah Al-Qur’an Allah menempatkan kata malam lebih awal dibandingkan kata siang. Sehingga, bulan suci Ramadhan yang sarat dengan keberkahan, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Setiap detiknya bernilai ibadah, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, dan setiap doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Namun, di antara seluruh waktu yang ada di bulan ini, malam hari memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Allah Swt bahkan secara khusus mengabadikan kemuliaan malam dalam firman-Nya, dan Rasulullah saw memberikan teladan nyata bagaimana memaksimalkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah dan munajat.

Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Peristiwa monumental itu terjadi pada malam hari, yang kemudian dikenal sebagai Lailatulqadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Kemuliaan ini menunjukkan bahwa malam Ramadhan bukan sekedar waktu untuk beristirahat setelah berpuasa, melainkan momentum emas untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Al-Qur’an menegaskan dalam surah Al-Qadr bahwa Lailatulqadar lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, satu malam yang diisi dengan ibadah di bulan Ramadhan setara dengan ibadah selama lebih dari 83 tahun. Ini bukan sekadar angka simbolik, melainkan bentuk kemurahan Allah kepada hamba-Nya agar memperoleh pahala berlipat ganda dalam waktu yang singkat.

Rasulullah saw bersabda bahwa barang siapa yang menghidupkan malam Ramadhan dengan iman dan penuh pengharapan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Hadis ini menjadi dasar utama pelaksanaan shalat Tarawih dan qiyamul lail selama Ramadhan.

Rasulullah juga memberi teladan nyata dalam menghidupkan malam Ramadhan. Dalam sepuluh malam terakhir, beliau mengencangkan ikat pinggangnya, sebuah kiasan bahwa beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah, membangunkan keluarganya, dan menghidupkan malam dengan shalat serta doa.

Dari sisi teologis dan spiritual, malam Ramadhan adalah ruang sunyi yang menghadirkan kedekatan intim antara hamba dan Rabb-nya. Ketika hiruk-pikuk dunia mereda, ketika suara manusia berkurang, doa-doa lebih khusyuk terlantun, air mata lebih mudah menetes, dan hati lebih peka menerima cahaya hidayah.

Salah satu kebaikan terbesar menghidupkan malam Ramadhan adalah mendapat ampunan dosa. Setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Ramadhan menjadi momentum pembersihan jiwa, dan malam hari adalah waktu paling efektif untuk bermuhasabah dan memohon ampun.

Dalam kesunyian malam, seseorang lebih jujur kepada dirinya sendiri. Ia mengakui dosa-dosanya, menyesali kekhilafan, dan bertekad memperbaiki diri. Proses ini melahirkan pribadi yang lebih matang secara spiritual.

Kita mungkin merasakan bangun malam untuk shalat Tahajud atau Tarawih bukan perkara mudah. Dibutuhkan niat yang kuat dan disiplin. Kebiasaan ini melatih konsistensi dalam ibadah.

Seseorang yang terbiasa bangun malam akan lebih mampu mengendalikan hawa nafsu dan menjaga kualitas spiritualnya, bahkan setelah Ramadhan berlalu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved