Kamis, 7 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Nikmatnya Safari Tarawih, Kenangan dari Ramadhan 1447 H

safari Tarawih sebagai sebuah ikhtiar untuk melaksanakan shalat Tarawih dan Witir dengan berkeliling dari satu masjid ke masjid atau meunasah lainnya.

Tayang:
Editor: mufti
for serambinews/IST
ILYAS WAHAB GAM 

Dr. H. ILYAS WAHAB GAM, M.M., mantan kepala Dinas Pendidikan Aceh, melaporkan dari Banda Aceh

Seiring berakhirnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, terlintas berbagai jejak ibadah yang telah dilalui dengan puasa, shalat Tarawih, Witir, dan qiyamullail, serta amalan-amalan lainnya yang  mengisi siang dan malam dengan penuh keberkahan. Bagi saya, Ramadhan kali ini menghadirkan pengalaman ibadah yang begitu nikmat dan berkesan.

Selama sebulan penuh, saya jalani sebuah perjalanan yang berbeda: bukan sekadar safari Ramadhan dan safari subuh seperti yang lazim kita dengar, melainkan safari Tarawih sebagai sebuah ikhtiar untuk melaksanakan shalat Tarawih dan Witir dengan berkeliling dari satu masjid ke masjid atau meunasah lainnya. Sebanyak 28 masjid dan meunasah di Kota Banda Aceh menjadi bagian dari perjalanan ini, dimulai dari malam pertama Ramadhan di rumah dan pada akhir Ramadhan kembali lagi ke rumah, seakan menegaskan bahwa setiap langkah ibadah adalah perjalanan yang bermuara pada diri sendiri. Reportase ini bukan untuk memperkuat sebuah dalil, akan tetapi ingin menceritakan tentang pengalaman yang saya rasakan. Beragam pengalaman pun terajut dalam perjalanan tersebut.

Perbedaan dalam pelaksanaan rakaan Tarawih di setiap masjid dan meunasah menghadirkan warna tersendiri. Sedangkan perjumpaan dengan kawan-kawan di setiap masjid menjadi jembatan silaturahmi yang menghangatkan hati dalam mengikat tali ukhuah.

Di balik semua itu, tersimpan makna yang lebih dalam: bahwa Ramadhan tidak hanya tentang ibadah yang dilakukan, tetapi juga tentang perjalanan jiwa yang diperkaya oleh kebersamaan, keberagaman, dan ketulusan dalam mendekatkan diri kepada-Nya.

Terkait shalat Tarawih dan Witir, ada jemaah masjid yang melaksanakannya 20 rakaat shalat Tarawih dan 3 rakaat Witir. Ada juga yang melaksanakan shalat Tarawih dengan 8 rakaat dan 3 rakaat Witir.

Bagi yang melaksanakan 20 rakaat, ada juga makmum yang melaksanakan 8 rakaat dan melaksanakan Witir 3 rakaat terpisah sendiri.

Sebaliknya, bagi yang melaksanakan Tarawih 20 rakaat, sedangkan di masjid tersebut melaksanakan 8 rakaat, pada umumnya mereka akan melanjutkan lagi sendiri sampai 20 rakaat plus 3 rakaat Witir.

Pada shalat Witir pun terjadi juga perbedaan. Ada yang melaksanakan dua kali salam, ada yang langsung sekali salam.

Di sini saya melihat tidak ada terjadi perselisihan dalam masyarakat Aceh—atau setidaknya di Kota Banda Aceh—antara yang melaksanakan 20 rakaat dengan yang 8 rakaat, maupun Witir dengan sekali atau dua kali salam. Semuanya berjalan dengan rukun dan damai.

Di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, shalat Tarawih dilaksanakan 20 rakaat dan Witir 3 rakaat sekali salam, sedangkan di Masjid Oman Banda Aceh shalat Tarawih 8 rakaat dan Witir 3 rakaat sekali salam.

Hampir di setiap masjid dan meunasah di dalam Kota Banda Aceh yang saya kunjungi, imam shalat Tarawih dan Witir dipimpin oleh para qari muda penghafal Al-Qur’an yang berada dalam rentang usia sekitar 30 hingga 40 tahun. Suara mereka merdu mengalun, dengan lafaz yang fasih dan penuh penghayatan. Ini menghadirkan suasana khusyuk yang menyentuh relung hati.

Bagi jemaah yang melaksanakan Tarawih 20 rakaat, ayat yang dilantunkan imam biasanya berkisar antara tiga hingga lima ayat di setiap rakaat. Sementara itu, pada pelaksanaan Tarawih delapan rakaat, ayat yang dibaca imam cenderung lebih panjang, antara lima hingga sepuluh ayat.

Perbedaan ini tidak hanya memperkaya pengalaman ibadah, tetapi juga menghadirkan keindahan dalam keberagaman cara mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Di sinilah makna sesungguhnya terasa: keberagaman yang dirajut dalam harmoni, keyakinan yang berjalan beriringan, tanpa saling menafikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved