Rabu, 3 Juni 2026

Pasar Murah

Atasi Kenaikan dan Kelangkaan Pangan, Pemko Banda Aceh Segera Gelar Pasar Murah

Sebagai upaya untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga pangan, Pemerintah Kota Banda Aceh mengambil langkah cepat dengan melaksanakan

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
SERAHKAN BANTUAN - Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal memantau lokasi banjir dan menyerahkan bantuan di Gampong Ie Masen, Jumat (27/11/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebagai upaya untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga pangan, Pemerintah Kota Banda Aceh mengambil langkah cepat dengan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) pekan depan.

Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin mengatakan, pihaknya bergerak cepat dampak dari banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh.

Dikatakan, untuk mengendalikan kelangkaan  pangan dan menahan laju kenaikan harga bahan pokok, Pemko Banda Aceh telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar utama di Banda Aceh.

“Seperti Pasar Setui, Pasar Al-Mahirah, dan Pasar Ulee Kareng. Sidak ini dilakukan untuk memantau langsung perkembangan harga dan memastikan tidak terjadi penimbunan barang oleh pedagang,” kata Jalaluddin dalam keterangannya, Sabtu (29/11/2025).

Jalaluddin menjelaskan, Pemko Banda Aceh juga telah menyurati  Dinas Pangan Provinsi Aceh untuk memfasilitasi penambahan pasokan bahan pokok yang mengalami lonjakan harga signifikan khususnya cabai mencapai 160 ribu per kilogramnya.

Melalui koordinasi tersebut, dipastikan bahwa dalam waktu dekat akan masuk pasokan cabai sebanyak 1,5 ton dari Medan yang dikirim melalui transportasi udara. 

Pengiriman melalui jalur udara dipilih karena jalur darat saat ini tidak memungkinkan akibat banyaknya ruas jalan yang rusak dan terputus. Sedangkan harga kebutuhan pokok lainnya yang juga mengalami kenaikan yaitu telur ayam ras dari harga  Rp27.500 per kilogram menjadi Rp37.500 per kilogram, kemudian minyak goreng curah naik dari Rp16.000 per liter menjadi Rp18.000 per liter.

“Diharapkan harga akan kembali stabil pada saat supply chain logistic berjalan normal,” kata Jalaluddin.

Sementara itu, untuk beras, gula, dan beberapa kebutuhan masih stabil dalam Harga Eceran Tertinggi (HET), data diperoleh dari  hasil Survei di Pasar Al-Mahirah dan Pasar Setui.

Kata Jalaluddin,  untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Pemko Banda Aceh akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada pekan depan sebanyak 3.000 paket sembako akan disalurkan melalui dua kali pelaksanaan kegiatan.

“Harapan kita, gerakan pangan murah ini dapat membantu masyarakat sekaligus menstabilkan harga-harga di pasaran,” ungkapnya.

Melalui berbagai langkah cepat tersebut, Pemko Banda Aceh berupaya memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan harga kebutuhan pokok terkendali selama masa bencana. Kepada warga kota kita imbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan." 

Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh, Iskandar menambahkan berdasarkan informasi yang kita terima dari Bulog Aceh bahwa stok beras yang terdapat di gudang Siron untuk kebutuhan Kota Banda Aceh dan sekitarnya masih tersedia dan mencukupi sebanyak 11.700 ton.(*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved