Rabu, 22 April 2026

Banjir Landa Aceh

Dirut PLN Pimpin Pemulihan Listrik di Aceh, Kerahkan 500 Petugas

Dirut PLN melepas ratusan petugas gabungan untuk memperbaiki infrastruktur listrik yang rusak parah akibat banjir dan longsor.

|
Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Dok PLN
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam Apel Siaga Team Recovery Bencana Aceh di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda pada Sabtu (29/11/2025). 

PLN memastikan upaya perbaikan jaringan dan pemulihan pasokan listrik terus dilakukan secara bertahap seiring dengan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Baca juga: Polres Pidie Beri Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Warga Terdampak Banjir di Tibang

Mendagri Perkirakan Listrik Aceh Baru Pulih Minggu Depan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, memprediksi kondisi kelistrikan di Aceh baru akan normal pada Minggu depan. 


Hal itu disampaikan Mendagri usai meninjau lokasi banjir bandang di kawasan Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (29/11/2025).

Tito mengaku dirinya sudah berkoordinasi dengan Dirut PT PLN terkait kondisi kelistrikan di Aceh pascarobohnya sejumlah tiang SUTT akibat diterjang banjir

Kondisi tersebut perlu ditangani dengan dibangunnya tower pengganti, yang mana semua peralatannya seberat lebih kurang 30 ton dibawa dari jakarta ke Banda Aceh. 

“Sudah ada pengiriman ke lokasi, itu hanya satu jalur saja yaitu menggunakan helikopter. Nah helikopternya ini hanya mampu mengangkut 6 ton sedangkan totalnya 30 ton, jadi perlu waktu 5 hari untuk mengangkut, enam ton per hari,” kata Tito.

“Lima hari terus tambah dua hari perbaikan jadi diperkirakan 7 hari insyaAllah hari Sabtu nanti listrik akan jalan. Kalau listrik jalan komunikasi akan lebih mudah,” lanjutnya. 


Tito menyebut, salah satu penghambat komunikasi di Aceh memang disebabkan oleh kondisi kelistrikan yang belum stabil. 

Sebab, di Aceh ada dua pembangkit listrik, di Arun dan di Nagan Raya. 

“Yang di Arun ini satu pembangkit ke arah timur, Langsa, itu lancar gak ada masalah. Yang pembangkit menuju ke barat itu, yang menuju ke Banda Aceh termasuk diantaranya adalah Pidie Jaya, Pidie, Bireuen, ini terdampak banjir. Sehingga lampu masih mati,” ujarnya. 

Sementara untuk Banda Aceh, lanjut Tito, untuk saat ini hanya disupport dari Nagan Raya, sehingga tidak maksimal, karena biasanya disupport dari Arun dan Nagan Raya.

Lebih lanjut, Tito sangat prihatin dengan kondisi banjir yang melanda Aceh. 

Menurutnya, dampak dari banjir kali ini cukup dahsyat dan begitu terasa bagi masyarakat. 

“Hari ini kami juga memberikan dukungan, bantuan, selain dari Kemendagri, pemerintah provinsi ya, dalam bentuk pangan, pakaian dan lain-lain,” katanya.     
 

 

Baca juga: Warga Teupin Mane Bireuen Seberangkan Orang & Logistik dalam Drum Pakai Seutas Tali di Atas Sungai 

Baca juga: Banyak Daerah Terilosir, Pemerintah Pusat Didesak Tetapkan Bencana Aceh Jadi Darurat Nasional

Baca juga: BREAKING NEWS - Aceh Timur Lumpuh Total, Warga Terisolir, Krisis Makanan dan Putus Komunikasi

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved