Kamis, 11 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Banjir Langsa Surut, Pelayanan Umum Masih Lumpuh, Korban Meninggal Belum Terdata

Puluhan ribu masyarakat harus meninggalkan rumah mereka mencari tempat perlindungan, karena ketinggian

Tayang:
Penulis: Zubir | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/Zubir
RS LANGSA - Begini kondisi Rumah Sakit Umum Langsa dipenuhi lumpur setelah diterjang banjir sehingga pelayanan lumpuh total hingga Minggu (30/11/2025). 

Kemudian seperti telur ayam juga mulai sulit didapatkan dan harga menurut warga sudah dijual di eceran di jalan mencapai Rp 90 ribu per papan, termasuk ikan juga susah didapatkan dan jika ada dijual mahal. 

Hampir semua kantor termasukan Pendopo Wali Kota Langsa terendam, otomatis selama berapa hari ini pelayanan umum lumouh total.

Akses bantuan dari Provinsi Aceh juga belum bisa masuk, karema akaes jalan mulai dari Aceh Timur hingga ke Bireuen kabarnya putus karena juga alami banjir. 

RSUD Langsa Lumpuh Total, Pasien Dievakuasi ke Puskesmas dan RSCM

Sementara sejak Rabu (25/11/2025) RSUD Langsa teremdam banjir hingga 2 meter, menyebabkan pelayanan rumah sakit ini terganggu total dan alat-alat medis rusak.

Bahkan sejak air mulai surut, Kamis (26/11/2025) ratusan pasien harus dievakuasi ke Puskemas Langsa Barat dan RSCM Langsa.

Rumah sakit pemerintah ini sekarang dipenuhi lumpur yang dibawa air banjir luapan Krueng Langsa tersebut.

Sedangkan pasien yang mulai membaik bahkan dipulangkan karena RSUD Langsa ini tak bisa difungsikan lagi. 

Wadir Pelayanan RSUD Langsa, Erizal, menyebutkan, sejak Kamis (26/11/2025) pasien telah dievakuasi ke Puskemas Langsa Barat dan RSCM Langsa. 

Untuk pelayanan rawat tidak bsia difungsikan sekarang di rumah sakit.

"Hari ini kita upayakan fungsikan IGD untuk penanganan pasien darurat yang datang, kini kita sedang bersihkan lumpur dan fungsikan alat-alat medis yang masih bisa dipakai di IGD," sebutnya. 

Kemudian yang mulai bahaya, sambung Erizal, stok obatan di RSUD Langsa mulai menipis, pihaknya memohon bantuan dikirim segera obatan dari Pemerintah Provinsi Aceh.

"Kita khawatir karena sekarang stok obatan yang ada di rumah sakit diperkirakan bisa bertahan 1 atau 2 atau 3 hari lagi," paparnya. 

Kemudian diperparah lagi ambulans yang tersisa bisa berfungsi saat ini hanya 3 unit, karena sebagian besar ambulance lainnya mati akibat terendam banjir. 

Kondisi RSUD Langsa ini butuh perhatian dan tindakan cepat, pihaknya memohon bantuan Pemprov dan Pemerintah Pusat untuk membantu obatan. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved