Banjir Landa Aceh
Banjir Langsa Surut, Pelayanan Umum Masih Lumpuh, Korban Meninggal Belum Terdata
Puluhan ribu masyarakat harus meninggalkan rumah mereka mencari tempat perlindungan, karena ketinggian
Penulis: Zubir | Editor: Nur Nihayati
Puluhan ribu masyarakat harus meninggalkan rumah mereka mencari tempat perlindungan, karena ketinggian
* RSUD Langsa Lumpuh Total, Pasien Dievakuasi ke Puskesmas dan RSCM
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir / Kota Langsa
SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA -- Akibat hujan tak berhenti wilayah Kota Langsa mengalami banjir dahsyat yang memuncak pada Selasa- Rabu (25-26/11/2025), sehingga aktivitas di daerah in lumpuh total.
Puluhan ribu masyarakat harus meninggalkan rumah mereka mencari tempat perlindungan, karena ketinggian air berlumpur mencapai 1-3 meter.
Korban jiwa belum terdata, karena sejak Rabu (26/11/2025) jaringan internet hingga aliran listrik mati total sampai dengan Sabtu (29/11/2025) ini.
Fasilitas umum jalan hampir semua daerah terdampak banjir diperkirakan sekitar 90 persen wilayah ini rusak berat.
Begitu juga rumah-rumah warga rusak atau ambruk, dan semua rumah terendam bannjr dipenuhi lumpur hampir sejengkal jari tangan orang dewasa.
Banjir mulai surut memasuki Kamis (27/11/2025) pagi dan warga yang mengungsi mulai pulang, mereka mengungsi di daerah tinggi baik rumah bertingkat, ruko bahkan di emperan toko.
Belum Ada Bantuan Makanan, Warga Terancam Lapar
Sementara masyarakat mulai kalang kabut, sebab sejak banjir hingga air surut belum ada bantuan makanan dari pemerintah, bahkan tidak terlihat adanya posko ataupun dapur umum didirikan.
Masyarakat bahkan ada yang harus nenahan lapar saat air memuncak, kemudian saat air mulai surut pada Kamis (27/11/2025) saat di kios warga mulai buka warga baru bisa membeli makanan ringan seperti roti, beras, dan lainnya.
Sedangkan pusat perbelanjaan seperti Indomaret dan Alfamart dan sejenisnya yang ada di Langsa tidak buka sampai Sabtu (29/11/2025), untuk toko klontongan makanan di pasar mulai buka sejak surut air.
Namun, toko klotongan di pasar Langsa juga hampir semua terendam menyebabkan barang mereka rusak berat, sehingga sebagian bisa dijual sebagian rusak tak bisa terpakai.
Kondisi saat ini masyarajat terancam akan kelaparan karana stok makanan mereka mulai habis, apalagi persedian beras di rumah warga juga banyak terendam saat air menggenangi rumah mereka.
Parahnya lagi, akibat jaringan internet putus total warga tidak bisa mencairkan uang di ATM, sehingga mereka tidak bisa berbelanja kebutuhan makanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rs-lumpuh-3011.jpg)