Jumat, 8 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Pascabanjir di Kota Langsa, Warga Mulai Sulit Dapatkan Air Bersih

Saat ini sebagian masyarakat memanfaatkan air bersih dari daerah Lengkong dengan membelinya menggunakan jeuriken. 

Tayang:
Penulis: Zubir | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Zubir
Kondisi permukiman warga di Langsa menyisakan lumpur tebal pasca surutnya air banjir melanda daerah ini. 
Ringkasan Berita:
  • Pasca air banjir surut sejak Kamis (26/11/2025), masyarakat Kota Langsa mulai sulit mendapatkan air bersih.
  • Sementara jaringan air bersih PDAM setempat belum bisa difungsikan, selain listrik belum normal mesin Perumda Air Minum Tirta Keumuning Mangsa juga terendam air banjir dan lumpur.
  • Parahnya lagi, persediaan air minum isi ulang di Depot-depot belum bisa difungsikan akibat aliran listrik belum nyala total

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir / Kota Langsa 

SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA -  Pasca air banjir surut sejak Kamis (26/11/2025), masyarakat Kota Langsa mulai sulit mendapatkan air bersih.

Sementara jaringan air bersih PDAM setempat belum bisa difungsikan, selain listrik belum normal mesin Perumda Air Minum Tirta Keumuning Mangsa juga terendam air banjir dan lumpur.


Parahnya lagi, persediaan air minum isi ulang di Depot-depot belum bisa difungsikan akibat aliran listrik belum nyala total, hanya sebagian titik saja aliran listrik yang mulai dihidupkan PLN Sabtu (29/11/2025) ini.

Baca juga: Pemko Langsa Mulai Salurkan Bantuan Ke Korban Banjir Posko Sementara 

Akibat ketiadaan pasokan air, masyarakat yang mulai kembali ke rumahnya sejak Kamis (26/11/2925) juga belum bisa membersihkan lumpur di rumahnya, juga untuk bersih-bersih lainnya. 

Saat ini sebagian masyarakat memanfaatkan air bersih dari daerah Lengkong dengan membelinya menggunakan jeuriken. 

Senagian depot air isinukang yang buka ksrena listrik telah menyala, diserbu masyarakat untuk memperoleh air minum dan masak di rumah mereka. 

Sebelumnya dilaporkan, Akibat hujan tak henti-henti, wilayah Kota Langsa mengalami banjir dahsyat yang memuncak pada Selasa- Rabu (25-26/11/2025), sehingga aktivitas di daerah ini lumpuh total.

Puluhan ribu masyarakat harus meninggalkan rumah mereka mencari tempat perlindungan, karena ketinggian air berlumpur mencapai 1-3 meter. 

Korban jiwa belum terdata, karena sejak Rabu (26/11/2025) jaringan internet hingga aliran listrik mati total sampai dengan Sabtu (29/11/2025) ini.

Fasilitas umum jalan hampir semua daerah terdampak banjir diperkirakan sekitar 90 persen wilayah ini rusak berat.


Begitu juga rumah-rumah warga rusak atau ambruk, dan semua rumah terendam bannjr dipenuhi lumpur hampir sejengkal jari tangan orang dewasa. 

Banjir mulai surut memasuki Kamis (27/11/2025) pagi dan warga yang mengungsi mulai pulang, merema mengungsi di daerah tinggi baik rumah bertingkat, ruko bahkan di emperan toko. 

Masyarakat bahkan ada yang harus nenahan lapar saat air memuncak, saat air mulai surut pada Kamis (27/11/2025) saat di kios warga mulai buka warga baru bisa membeli makanan ringan seperti roti, beras, dan lainnya.  

Baca juga: Banjir Langsa Surut, Pelayanan Umum Masih Lumpuh, Korban Meninggal Belum Terdata

 Sedangkan riter seperti Indomaret dan Alfamart dan sejenisnya yang ada di Langsa tidak buka sampai Sabtu (29/11/2025), sedangkan toko klontongan makanan di pasar mulai buka sejak surut air. 

Namun, toko klotongan di pasar langsa juga hampir semua terendam menyebabkan barang mereka rusak berat, sehingga sebagian bisa dijual sebagian rusak tak bisa terpakai. 


Kondisi saat ini masyarakat terancam akan lelaparan karana stok makanan mereka mulai habis, apalagi beras eaega banyak terendam saat air menggenangi rumah mereka. 


Parahnya lagi, akibat jaringan internet putus total warga tidak bisa mencairkan uang di ATM, sehingga mereka tidak bisa berbelanja kebutuhan makanan. 

Kemudian seperti talur ayam juga mulai sulit didapatkan dan harga menurut warga sudah dijual di eceran di jalan mencapai Rp 90 ribu per papan, termasuk ikan juga susah didapatkan dan jika ada dijual mahal. 


Hampir semua kantor termasukan Pendopo Wali Kota Langsa terendam, otomatis selama berapa hari ini pelayanan umum lumouh total.


Akses bantuan dari Provinsi Aceh juga belum bisa masuk, karema akaes jalan mulai dari Aceh Timur hingga ke Bireuen kabarnya putus karena juga alami banjir. (*)


 
 


 
  

Baca juga: PLN Bawa 30 Ton Peralatan Tower ke Aceh, Mendagri Tito Pastikan Listrik Segera Normal

Baca juga: Pelantikan Pengurus Baru, IKANOT FH USK Soroti Dampak Hukum Akibat Banjir Terkait Kepemilikan Tanah

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved