Rabu, 10 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Aceh Timur Lumpuh: Logistik Menipis, Listrik Padam, Internet Mati, hingga BBM Kosong

Menurut Fata, listrik di kabupaten tersebut padam sejak banjir mengepung, jaringan internet terputus,

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/Maulidi Alfata
SITUASI TERKINI KOTA IDI- Situasi kota Idi dikepung banjir bandang, simpang empat lampu merah ljmpuh hingga 3 hari, akibat tergenang banjir, Minggu (30/11/2025). 

 

Menurut Fata, listrik di kabupaten tersebut padam sejak banjir mengepung, jaringan internet terputus,

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM, ACEH TIMUR — Banjir besar yang turut melanda Aceh Timur sejak Rabu  (26/11/2025), membuat wilayah ini lumpuh total.

Kota Idi yang menjadi pusat aktivitas kabupaten masih terisolasi dan sulit diakses dari berbagai arah. 

Wartawan Serambi Indonesia di Aceh Timur, Maulidi Alfata, mengaku kesulitan berkomunikasi.

Ia baru dapat mengirim laporan hari ini, Minggu (30/11/2025) melalui ponsel rekannya.

Menurut Fata, listrik di kabupaten tersebut padam sejak banjir mengepung, jaringan internet terputus, sementara pasokan BBM dari semua jenis habis sejak dua hari terakhir.

“Di Aceh Timur listrik dipadamkan sejak hari Rabu kemarin, semenjak banjir mengepung Kota Idi. Saat ini Idi masih lumpuh, belum bisa kita melintas antar kabupaten,” tutur Fata. 

Hingga hari ini, menurut Fata, masyarakat Idi belum bisa melintas ke kabupaten atau kecamatan lain.

Baca juga: Sudah 7 Hari Terisolasi, Aceh Tengah Terancam Krisis Pangan dalam 48 Jam ke Depan

Akses antar kecamatan sangat terbatas.

“Banjir di Kecamatan Julok mencapai dua meter. Hingga saat ini diperparah karena tidak ada BBM semua jenis, mulai dari Pertalite, Bio Solar hingga Pertamax,” katanya.

“Masyarakat banyak memilih berjalan kaki hingga saat ini.

Akses BBM baru masuk hari ini, itu pun tidak mencukupi untuk semua masyarakat di Idi,” lanjutnya.

Fata menambahkan, informasi yang diterima sementara, banjir bandang yang melanda Aceh Timur memakan sejumlah korban jiwa, di mana korban paling banyak diduga berasal dari Gampong Meunasah Puuk, Gampong Blang, dan Gampong Aceh. 

Di tiga gampong tersebut, ketinggian air dilaporkan mencapai tiga meter atau lebih, menenggelamkan rumah warga dan menghanyutkan berbagai harta benda.

“Kemarin kita dapat memperoleh informasi bahwa di awal-awal banjir ada korban jiwa dua orang, namun sampai saat ini BPBD belum merilis data yang akurat terkait korban jiwa dan kerugian materil yang disebabkan oleh musibah banjir,” katanya. 

Fata melanjutkan, bahwa kondisi pusat Kota Idi saat ini masih lumpuh. Banyak ruko rusak akibat derasnya arus banjir.

Jalan utama simpang empat Idi juga tidak bisa dilalui kendaraan karena rusak parah.

Ia menambahkan, upaya pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan juga terhambat.

Bupati Aceh Timur bahkan sempat berusaha turun ke pedalaman, namun speadboat yang membawa rombongan terpental dan rusak dihantam arus banjir.

“Hari ini lintas Perlak sudah mulai bisa dilalui dengan truk besar karena air masih tergenang di badan jalan,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Jembatan Kutablang Putus, 10 Boat Bantu Seberangkan Warga, Segini Ongkosnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved