Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Abdya

Naikkan Harga Saat Bencana, Pedagang BBM Eceran di Abdya Dinilai tak Berempati

Pedagang BBM eceran di Abdya dikritik karena menjual Pertalite hingga Rp25 ribu per liter saat bencana.

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Masrian Mizani
HARGA BBM ECERAN - BBM eceran di salah satu tempat jualan di Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Warga meminta pedagang BBM eceran di Abdya bisa sedikit berempati dengan tidak menjual mahal BBM. 

Ringkasan Berita:
  • Pedagang BBM eceran di Abdya dikritik karena menjual Pertalite hingga Rp25 ribu per liter saat bencana. 
  • Warga menilai tindakan itu tidak menunjukkan empati, padahal stok BBM di SPBU masih normal. 
  • Masyarakat berharap pedagang ikut bersolidaritas agar aksi kemanusiaan bagi korban banjir dan longsor berjalan lancar.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani | Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pedagang bahan bakar minyak (BBM) eceran di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diminta bisa sedikit menunjukkan empati di tengah situasi bencana.

Pasalnya, sejak bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah kabupaten/kota di Aceh, harga BBM, khususnya jenis Pertalite dijual dengan harga tinggi di tingkat pedagang eceran.

"Ini aneh, pedagang BBM eceran tidak menunjukkan empati sedikit pun di tengah situasi bencana ini. Masak harga BBM jenis Pertalite mencapai Rp 25 ribu per liter," kata salah seorang warga Abdya, Saiful Bahri, Senin (1/12/2025).

Padahal, terang Saiful, stok BBM di Abdya mencukupi, dan harga yang dibeli pedang eceran di SPBU juga normal seperti biasanya.

"Di tengah kondisi saat ini, seharusnya mereka tidak mencari keuntungan di atas penderitaan,” urai dia. 

“Selain listrik padam, jaringan telekomunikasi lumpuh, jangan lah pedagang BBM eceran ikut mempersulit masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Kehabisan Stok BBM, Sejumlah SPBU di Banda Aceh Tutup

Saiful mengajak, pedagang BBM eceran untuk tunjukkan solidaritas, jangan malah memperumit masalah.

"Semua kita merasa susah dengan keadaan ini. Semestinya mereka jangan memperumit lagi keadaan, sehingga masyarakat merasa panik, seolah-olah BBM di Abdya langka," ucapnya.

Apalagi, sebutnya, Kabupaten Abdya hanya merasakan sedikit dampak dari bencana alam tersebut.

Tidak seperti kondisi yang dialami oleh warga terkena banjir dan tanah longsor di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

"Seharusnya kita bersyukur, karena masih dijauhkan Allah dari bencana,” tutur Saiful. 

“Coba bayangkan saudara-saudara kita yang sampai saat ini sedang berjuang, ada yang kehilangan keluarga, nyawa, harta benda, dan ada juga yang sampai saat ini putus kontak dengan keluarga mereka," ungkapnya.

Baca juga: VIDEO - Warga Aceh Timur Geruduk SPBU di Aceh Timur, Karena Stok BBM Ditimbun

Atas dasar itu, Saiful meminta, pedagang BBM eceran untuk tunjukkan empati. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved