Kamis, 9 April 2026

Banjir Landa Aceh

Tiga Kecamatan di Aceh Timur Masih Terisolir, Masyarakat Kelaparan

Kecamatan Peunaron, Serbajadi dan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur masih terisolir akibat banjir bandang.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Safriadi Syahbuddin
Istimewa/Tidak Ada
TERTIMBUN TANAH - Kondisi Kantor Camat Serbajadi dan UPTD Puskesmas Serbajadi porak-poranda diterjang banjir bandang Aceh Timur, Senin (1/12/2025). Foto kiriman warga kepada Serambinews.com. 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Tiga Kecamatan di Aceh Timur yaitu Kecamatan Peunaron, Serbajadi dan Simpang Jernih masih terisolir akibat banjir bandang yang terjadi beberapa hari lalu.

Informasi diperoleh Serambinews.com dari masyarakat di sana, akses ke tiga kecamatan tersebut masih belum bisa dilewati lantaran jalan dan jembatan ambruk dan rusak parah. Masyarakat sangat membutuhkan bantuan makanan dan obat-obatan.

Akses jalan tersebut, diperparah dengan banyaknya tumpukan kayu dan pohon-pohon besar yang menutupi jalan serta banyaknya lumpur yang menutupi seluruh ruas jalan.

Bencana alam banjir bandang yang menerjang Serbajadi juga memperok-poranda Bunin dan desa lainnya. 

"Banjir bandang yang merendam Serbajadi sampai 5 meter bahkan rumah warga tenggelam di sini," papar warga Serbajadi, Bukhari, pada Senin (1/12/2025). 

Ia menjelaskan75 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal karena rumah hanyut diterjang banjir. Sebanyak 90 kepala keluarga mengungsi dintenda darurat. 

"Kami di sini stok makanan sudah habis, kami mulai kelaparan, banyak warga juga mulai sakit, obat-obatan belum masuk ke sini sampai saat ini, kami terisolir dan belum mendapatkan bantuan, diperparah oleh jaringan yang tidak ada," paparnya.

Baca juga: Update Banjir di Aceh Timur: 30 Orang Meninggal Dunia, 30 Ribu Jiwa Mengungsi

Ia juga meminta pihak pemerintah agar segera menurunkan bantuan untuk keperluan bertahan hidup di seluruh Kecamatan Serbajadi.

Cerita Kapolsek Simpang Jernih sampai ke Polres Aceh Timur

Sementara itu Kapolsek Simpang Jernih Ipda Safwadi Nur, menjelaskan bahwa kondisi di Kecamatan tersebut masih sangat parah, dan belum bisa ditempuh jalur darat. Banyak rumah dan fasilitas umum yang rusak parah akibat dihantam banjir bandang.

"Akses ke Simpang Jernih sangat susah, saya sempat terjebak saat hendak balik ke Idi, Jalur di Simpang Jernih kan paling cepet ditempuh lewat Aceh Tamiang, jadi saya ke Tamiang hendak naik ke Simpang jernih," cerita Kapolsek Simpang Jernih.

"Namun setelah di sana banjir malah mengepung Aceh Tamiang saya terpaksa jalan kaki dari Tamiang sampai ke Mayak Payed untuk memberi informasi ke Polres Aceh Timur bahwa disana bencananya sangat dasyat," paparnya.

Untuk Simpang Jernih sendiri banyak desa-desa yang disapu bersih hingga tak tersisa apapun di Kecamatan Simpang Jernih

Empat desa itu yakni: Batu Sumbang, Pante Kera, Rantau Panjang dan Simpang Jernih

Keempat desa tersebut saat ini masyarakat sudah benar-benar kelaparan, karena semua logistik masyarakat di sana terbawa arus. Masyarakat terus bertahan semampunya dengan ketersediaan makanan yang sudah habis. 

"Bahkan bantuan dari pemerintah belum sampai saat ini, mereka sangat butuh bantuan makanan, obat-obatan karena  mulai banyak yg sakit," paparnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved