Banjir Landa Aceh
Listrik Padam, EMT BSMI Tetap Berikan Layanan Medis di Pidie Jaya Aceh Hingga Dini Hari
Tim Emergency Medical Team (EMT) Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) terus bergerak cepat memberikan pelayanan kesehatan darurat
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
Listrik Padam, EMT BSMI Tetap Berikan Layanan Medis di Pidie Jaya Aceh Hingga Dini Hari
SERAMBINEWS.COM – Tim Emergency Medical Team (EMT) Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) terus bergerak cepat memberikan pelayanan kesehatan darurat bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Dalam situasi gelap gulita akibat pemadaman listrik dan akses jalan yang terputus, tim tetap membuka pos layanan hingga dini hari untuk memastikan kebutuhan medis masyarakat terpenuhi.
Layanan kesehatan ini dipusatkan di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, yang menjadi salah satu titik terparah terdampak banjir.
Sejak Senin (1/12/2025) malam hingga Selasa (2/12/2025) dini hari, pos pelayanan kesehatan (pelkes) BSMI beroperasi langsung di area pengungsian agar warga yang belum tersentuh bantuan bisa mendapatkan akses cepat dan tepat.
Baca juga: Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Prabowo Beri Instruksi agar Jadi Prioritas Nasional
Sekretaris Jenderal BSMI, Muhammad Rudi, yang turun langsung mendampingi tim di lokasi, menjelaskan bahwa kondisi gelap akibat listrik padam membuat penanganan harus dilakukan hingga larut malam.
Namun hal itu tidak mengurangi kesiapan dan ketangguhan tim dalam melayani masyarakat.
“Pelayanan kesehatan dan pembagian logistik untuk pengungsi dilakukan malam hari di Meunasah Lhok, karena kita akses jalan menuju lokasi gelap karena listrik mati karena banjir. Alhamdulillah kita melayani warga terdampak hingga lepas dini hari,” ungkap Rudi kepada Serambinews (3/12/2025).
Tim EMT BSMI yang diterjunkan berasal dari Jakarta, terdiri dari satu dokter dan satu perawat.
Baca juga: Kader Gerindra Abdya ke Gayo Lues dan Aceh Selatan, Antar Bantuan Korban Banjir
Keduanya memiliki kompetensi penanganan darurat bencana.
Rudi menjelaskan bahwa mereka memberikan layanan pemeriksaan umum, menangani keluhan akut, dan memastikan triase medis berjalan sesuai standar.
“Perawat Nova melakukan pemeriksaan tekanan darah para pengungsi sebelum ditangani oleh dr. Ferry, memastikan alur pelayanan sesuai standar triase medis darurat. Kedua tenaga medis sebelumnya juga sudah dibekali dengan advance technique wound healing, sebuah metode penyembuhan luka bagi korban bencana,” tambahnya.
Salah satu warga, Ruslan (65), mengaku lega setelah mendapatkan pemeriksaan dan obat-obatan usai mengalami keluhan akibat tubuhnya yang lama terendam banjir.
Baca juga: Solidaritas Sesama Korban Banjir Singkil, dari Berbagai Air hingga Pengganjal Perut
Warga lainnya pun memperoleh penanganan serupa, termasuk pemeriksaan vital dan pemberian obat-obatan dasar.
Kepala Desa Meunasah Lhok, Rahmadi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran tim medis tersebut.
| Petani tak Bisa Tanam, Irigasi di Bireuen Butuh Perbaikan dan Normalisasi |
|
|---|
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
| Bupati Bireuen Tinjau Lokasi Pembangunan Huntap |
|
|---|
| Mendagri Kirim 7 Alat Berat Untuk Pemulihan Aceh Tengah dari Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tim-Emergency-Medical-Team-EMT.jpg)