Banjir Aceh
Terobos Sungai, Muslim Ayub Antarkan Bantuan ke Dua Desa Terisolasi Banjir di Aceh Singkil
Dua desa tersebut masih terendam banjir, sehingga hanya bisa diakses melalui sungai Singkil, yang sedang deras akibat banjir.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Anggota DPR RI Muslim Ayub menerobos Sungai Singkil selama tiga jam untuk menyalurkan bantuan ke dua desa terisolasi, Teluk Rumbia dan Rantau Gedang, yang hanya bisa diakses lewat sungai akibat banjir.
- Bantuan berasal dari DPP dan Fraksi NasDem DPR RI, bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan Muslim Ayub di berbagai daerah terdampak banjir di Aceh.
- Muslim menyoroti akar banjir Aceh Singkil yang berasal dari hulu Aceh Tenggara dan mengusulkan pembangunan bendungan Lae Mate/Lae Soraya
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Anggota DPR RI, Muslim Ayub, menerobos sungai demi mengantarkan bantuan kepada korban banjir di dua desa terisolasi di Kabupaten Aceh Singkil.
Masing-masing Desa Teluk Rumbia dan Desa Rantau Gedang, Kecamatan Singkil.
Dua desa tersebut masih terendam banjir, sehingga hanya bisa diakses melalui sungai Singkil, yang sedang deras akibat banjir.
Setelah mengarungi sungai selama tiga jam, Muslim Ayub, ditemani Anggota DPRK Aceh Singkil, dr Dasra, Kapolsek Singkil Ahlirullah serta Keuchik Teluk Rumbia, Fachrul Razi, tiba di lokasi.
Kedatangan Muslim Ayub ke Singkil merupakan rangkaian hari keempat perjalanan kemanusiaannya menyalurkan bantuan di daerah terdampak banjir di Aceh.
"Mulai dari Aceh Jaya, Meulaboh, Nagan Raya, Abdya, Aceh Selatan, dan Singkil," ujarnya.
Baca juga: Mengular Antrean Kendaraan Isi BBM, Kapolres Pidie Sambangi SPBU
Bantuan yang ia bawa berasal dari DPP Partai NasDem dan Fraksi NasDem DPR RI untuk membantu masyarakat korban banjir di Aceh.
“Ini amanah dari Pak Surya Paloh untuk meringankan beban masyarakat," ujar Muslim.
Dalam kesempatan itu, Muslim Ayub menyoroti akar masalah banjir di Aceh Singkil, yang menurutnya bersumber dari hulu, yakni wilayah Aceh Tenggara.
Ia lantas menyoal salah satu solusi pengendalian banjir dengan membuat bendungan di kawasan Lae Mate atau Lae Soraya.
Menurutnya pembangunan bendungan tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 1 triliun.
Namun menurutnya hal itu sepadan jika dibandingkan kerugian banjir tahunan.
Baca juga: 426 Ikat Telur dari Medan Tiba di Pasar Lambaro, Besok Masuk 876 Ikat Lagi, Dipasok via Barsela
Muslim menyebut bahwa usulan pembendungan ini telah disampaikan Bupati Aceh Tenggara kepada Presiden.
Menjelang malam, Muslim Ayub meninggalkan Rantau Gedang dan Teluk Rumbia, untuk melanjutkan aksi kemanusiaan ke korban banjir Subulussalam dan Aceh Tenggara.
Diketahui wilayah Rantau Gedang dan Teluk Rumbia, masih terisolasi banjir.
Akses jalan darat masih terputus, sehingga satu-satunya akses hanya melalui jalur sungai.
Kondisi itu tentu sangat berisiko, sebab volume air sungai masih besar. (*)
| VIDEO - Sampai Kapan Listrik Aceh Padam? Ini Kata BNPB dan PLN! |
|
|---|
| Data Polda Aceh, Sebanyak 135 KK Masih Terdampak Bencana Banjir |
|
|---|
| IKWI Aceh Utara-Lhokseumawe Bantu Korban Banjir di Lhoksukon |
|
|---|
| PMI Aceh Mobilisasi Logistik dan Relawan ke Zona Banjir di Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Aceh Timur |
|
|---|
| 5. Pusat Setuju Bangun Tanggul Penahan Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/antar-bantuan-03122025.jpg)