Selasa, 14 April 2026

Berita Subulussaalam

Antrean Panjang di SPBU, DPRK Subulussalam Minta Pertamina Tambah Kuota BBM

Antrean tersebut diperparah dengan ketidak jelasan ketersedian BBM. Kondisi itu dibuktikan di lapangan dengan sulitnya mencari bahan bakar. 

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Subur Dani
Serambinews.com/Dede Rosadi
Teks foto: SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota Subulussalam, Ardhiyanto Ujung. 

 

Ringkasan Berita:
  • Anggota DPRK Subulussalam, Ardhiyanto Ujung, meminta Pertamina menambah kuota  bahan bakar minyak (BBM) ke daerahnya
  • Disebutkan, antrean tersebut diperparah dengan ketidak jelasan ketersedian BBM
  • Klaim stok BBM aman patut dipertanyakan lantaran tak sesuai fakta lapangan

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Subulussalam 

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam, Ardhiyanto Ujung, meminta Pertamina menambah kuota  bahan bakar minyak (BBM) ke daerahnya.

Hal ini terkait antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang terus terjadi pascabencana banjir. 

Baca juga: Tiba di Subulussalam, Tim Relawan Pemkab Abdya Serahkan Bantuan, Tenaga Medis Terjun ke Desa-desa

Antrean tersebut diperparah dengan ketidak jelasan ketersedian BBM.

Kondisi itu dibuktikan di lapangan dengan sulitnya mencari bahan bakar. 

Baca juga: Kejari Subulussalam Lakukan Pengobatan dan Bagi Sembako ke Korban Banjir


"Di media Pertamina mengatakan stok BBM aman tapi nyatanya di lapangan kami melihat antrian dan stok minim BBM masih terjadi," kata Ardhiyanto, Kamis (4/12/2025).

Baca juga: VIDEO - Haji Uma dan Kodim Tamiang Bantu Bersihkan Material Longsor


Menurut Ardhiyanto, klaim stok BBM aman, patut dipertanyakan lantaran tak sesuai fakta lapangan.


"Masyarakat antre berjam-jam bahkan ada yang rela tidur di SPBU untuk menunggu datangnya mobil tangki membawa BBM," ujarnya.

Baca juga: Kaki Bergetar, Kisah Hermansyah Jalan Kaki Tembus Longsor untuk Selamat: 2 Hari 3 Malam Tanpa Makan


Sebagai solusi pihak Pertamina, diminta menambah kuota BBM ke Subulussalam.


Lebih-lebih sebelum terjadinya bencana banjir di Sumatera dan Aceh, antrean panjang  BBM kerap terjadi di Subulussalam.

Baca juga: NasDem Aceh Kirim 21 Ton Bantuan ke Lokasi Bencana Banjir via Udara dan Darat

Padahal kala itu pasokan selalu lancar datang untuk mengisi ke SPBU. 

Baca juga: Kapolres Aceh Timur Bersama Ketua Bhayangkari Beri Bantuan untuk Koban Terdampak Banjir

"Nah ini terjadi bencana, bila Pertamina masih memainkan pola distribusi/pasokan yang sama seperti sebelum banjir kami pikir Pertamina keliru," tegasnya.

Kota Subulussalam hanya memiliki dua SPBU. SPBU tersebut bukan hanya melayani kebutuhan BBM masyarakat Subulussalam.

Tetapi kendaran pelintas baik dari arah Aceh maupun Sumatera Utara.

Baca juga: Kejari Nagan Raya dan IAD Salurkan Bantuan Sembako Korban Banjir


"Saya berpendapat sepertinya lebih banyak pengguna kendaraan dari luar Kota Subulussalam yang mengisi minyak di Kota Subulussalam. Mengingat Kota Subulussalam ini berada di jalur lintasan Aceh-Sumut," kata Ardhiyanto.

"Kami berharap ada langkah kongkrit dari pihak Pertamina untuk mengatasi permasalahan ini. Mengingat kelangkaan BBM dapat menghambat perekonomian," pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved