Berita Aceh Tenggara
Jalan Agara-Galus Bertebaran Debu Pasca Banjir Bandang, Warga Minta Disiram
Pasca banjir bandang di Ketambe, tanah yang menempel di Jalan Nasional Agara–Galus mengering dan menimbulkan debu hingga ke pemukiman warga.
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Saifullah
Selain itu, warga juga meminta agar pemerintah tidak hanya melakukan penyiraman sesaat.
Tetapi juga melakukan pembersihan menyeluruh terhadap tanah yang menempel di badan jalan.
Dengan begitu, masalah debu bisa diatasi secara permanen.
BPBD Turunkan Damkar Menanggapi keluhan warga, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, ST, MM menyampaikan, bahwa pihaknya telah mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dan satu unit mobil suplai air sejak Rabu, 3 Desember 2025.
Kedua armada tersebut digunakan untuk menyiram ruas jalan nasional yang tertutup debu di lokasi banjir bandang Ketambe.
Baca juga: Warga Keluhkan Jalan Berdebu di Lamphoih Saka ke Waido, PUPR Pidie: Akan Diusul Perbaikan
Namun, Asbi mengakui, bahwa upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal.
Cuaca panas membuat jalan cepat kembali kering, sehingga debu kembali berterbangan tidak lama setelah disiram.
“Sebenarnya, jalan ini harus dibersihkan dari tanah yang menempel. Kalau hanya disiram, hasilnya tidak akan bertahan lama,” jelasnya.
Untuk solusi jangka panjang, BPBD Aceh Tenggara berencana berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.
Pihak BPJN diharapkan dapat melakukan pembersihan menyeluruh terhadap badan jalan nasional yang tertutup tanah akibat banjir.
Dengan keterlibatan BPJN, diharapkan Jalan Nasional Agara–Galus bisa kembali normal dan bebas dari debu yang mengganggu.
Baca juga: VIDEO Hati-hati Jalan Berdebu dan Berlumpur Bila Hujan di Depan Kantor Gubernur Aceh
“Kita akan koordinasi dengan BPJN Aceh agar jalan nasional ini segera dibersihkan,” tutur Asbi.
“Dengan begitu, masyarakat tidak lagi terganggu oleh debu, dan risiko penyakit bisa ditekan,” tambah Asbi.
Warga korban banjir bandang berharap pemerintah bergerak cepat.
Mereka menilai, bahwa penanganan pasca-bencana tidak hanya sebatas bantuan logistik, tetapi juga harus mencakup pemulihan lingkungan, termasuk kondisi jalan yang menjadi akses vital antar kabupaten.
“Kami ingin hidup normal kembali. Jalan ini bukan hanya jalur transportasi, tapi juga jalur ekonomi. Kalau terus berdebu, aktivitas kami terganggu,” ujar warga Desa Bener Bepapah.(*)
| Pulihkan Akses Vital, TNI dan Warga Bersinergi Bangun Jembatan Gantung di Aceh Tenggara |
|
|---|
| Sekwil DPW PKB Aceh Ingatkan Kader PKB Jadi Jembatan Politik dan Aspirasi bagi Semua Kalangan |
|
|---|
| Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof Syamsul Rijal Minta Alumni HMI Kembali ke Khittah |
|
|---|
| Haji Uma Serahkan Bantuan Mukena dan Sarung untuk Pesantren Terdampak Banjir di Aceh Tenggara |
|
|---|
| GeRAK Aceh Desak Polda Usut Pajak Tambang Galian C di Aceh Tenggara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jalan-ketambe-berdebu-usai-banjir.jpg)