Banjir Landa Aceh
Krisis Gas, Listrik Padam, dan Jaringan Lumpuh: Laskar Prabowo 08 Desak Pemerintah Bertindak Cepat
Setelah rentetan bencana banjir dan longsor yang melumpuhkan banyak kabupaten, kini masyarakat di Pidie, Pidie Jaya
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Krisis Gas, Listrik Padam, dan Jaringan Lumpuh: Laskar Prabowo 08 Desak Pemerintah Bertindak Cepat
SERAMBINEWS.COM – Krisis energi dan komunikasi kembali menghantam sejumlah wilayah di Aceh.
Setelah rentetan bencana banjir dan longsor yang melumpuhkan banyak kabupaten, kini masyarakat di Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen menghadapi persoalan baru.
Yaitu kelangkaan gas, padamnya listrik, hingga jaringan HP yang terputus total.
Kondisi ini menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana.
Situasi semakin diperparah karena beberapa wilayah masih sulit dijangkau, sementara kebutuhan energi dan komunikasi menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga.
Baca juga: Ferry Irwandi Ungkap Warga Kuala Simpang Bertahan 4 Hari Tanpa Makan, Minum Air Banjir Campur Teh
Ketua Laskar Prabowo 08 Aceh, Rauna Mahfud, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap krisis yang terjadi.
Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa pemerintah dan Pertamina gagal memberikan layanan dasar bagi masyarakat Aceh di tengah situasi bencana.
"Kami sangat kecewa dengan kondisi ini. Masyarakat Aceh sudah cukup menderita akibat bencana, kini mereka harus menghadapi kesulitan mendapatkan gas, listrik, dan jaringan komunikasi. Ini adalah kegagalan total dari pemerintah dan Pertamina," ujar Rauna Mahfud kepada Serambinews (6/12/2025).
Menurutnya, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat.
Ia meminta pemerintah pusat, pemerintah Aceh, dan Pertamina bertindak lebih cepat, bukan sekadar memberikan janji.
"Kami mendesak pemerintah dan Pertamina untuk memastikan kecukupan pasokan gas dan listrik di setiap kabupaten di Aceh. Jangan biarkan masyarakat Aceh terus menderita akibat kegagalan infrastruktur dasar," tegasnya.
Selain persoalan energi, Rauna juga menyoroti kondisi jaringan komunikasi yang lumpuh.
Baca juga: Korban Meninggal Banjir Aceh Tamiang Capai 52 Orang, Satu Desa Lenyap, Ribuan Rumah Hanyut
Warga dilaporkan tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga, petugas bantuan, maupun layanan darurat.
"Jaringan HP yang putus dan listrik yang padam membuat masyarakat tidak dapat berkomunikasi dan mendapatkan informasi. Ini sangat berbahaya dan tidak dapat dibiarkan," desaknya.
Banjir Landa Aceh
Laskar Prabowo 08
banjir Sumatera
Banjir di Pidie
gas
Listrik Padam
Serambinews
Serambi Indonesia
| Al-Farlaky Kembali Uji Publik Bantuan Rumah BNPB |
|
|---|
| Pusat Anggarkan Rp 80 Miliar Bangun Jembatan Weh Porak |
|
|---|
| Jembatan Wih Kanis Tak Kunjung Diperbaiki, Anggota DPRA Tagih Janji Kemen-PU |
|
|---|
| Jangkau Titik Kebakaran Sisa Kayu Banjir di Aceh Tamiang, Mesin Damkar Diseberangkan Pakai Perahu |
|
|---|
| Pemerintah Akui Sulit Bersihkan Lumpur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rauna-Mahfud.jpg)