Senin, 13 April 2026

Banjir Landa Aceh

Krisis Gas, Listrik Padam, dan Jaringan Lumpuh: Laskar Prabowo 08 Desak Pemerintah Bertindak Cepat

Setelah rentetan bencana banjir dan longsor yang melumpuhkan banyak kabupaten, kini masyarakat di Pidie, Pidie Jaya

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM
Ketua Laskar Prabowo 08 Aceh, Rauna Mahfud S Sos saat berkunjung ke Redaksi Harian Serambi Indonesia, Jumat (20/21/2025). SERAMBI/ZAINAL ARIFIN M NUR 

Krisis Gas, Listrik Padam, dan Jaringan Lumpuh: Laskar Prabowo 08 Desak Pemerintah Bertindak Cepat

SERAMBINEWS.COM – Krisis energi dan komunikasi kembali menghantam sejumlah wilayah di Aceh.

Setelah rentetan bencana banjir dan longsor yang melumpuhkan banyak kabupaten, kini masyarakat di Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen menghadapi persoalan baru.

Yaitu kelangkaan gas, padamnya listrik, hingga jaringan HP yang terputus total.

Kondisi ini menimbulkan keresahan luas di tengah masyarakat yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana.

 Situasi semakin diperparah karena beberapa wilayah masih sulit dijangkau, sementara kebutuhan energi dan komunikasi menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga.

Baca juga: Ferry Irwandi Ungkap Warga Kuala Simpang Bertahan 4 Hari Tanpa Makan, Minum Air Banjir Campur Teh

Ketua Laskar Prabowo 08 Aceh, Rauna Mahfud, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap krisis yang terjadi.

 Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa pemerintah dan Pertamina gagal memberikan layanan dasar bagi masyarakat Aceh di tengah situasi bencana.

"Kami sangat kecewa dengan kondisi ini. Masyarakat Aceh sudah cukup menderita akibat bencana, kini mereka harus menghadapi kesulitan mendapatkan gas, listrik, dan jaringan komunikasi. Ini adalah kegagalan total dari pemerintah dan Pertamina," ujar Rauna Mahfud kepada Serambinews (6/12/2025).

Menurutnya, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat.

Ia meminta pemerintah pusat, pemerintah Aceh, dan Pertamina bertindak lebih cepat, bukan sekadar memberikan janji.

"Kami mendesak pemerintah dan Pertamina untuk memastikan kecukupan pasokan gas dan listrik di setiap kabupaten di Aceh. Jangan biarkan masyarakat Aceh terus menderita akibat kegagalan infrastruktur dasar," tegasnya.

Selain persoalan energi, Rauna juga menyoroti kondisi jaringan komunikasi yang lumpuh.

Baca juga: Korban Meninggal Banjir Aceh Tamiang Capai 52 Orang, Satu Desa Lenyap, Ribuan Rumah Hanyut

Warga dilaporkan tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga, petugas bantuan, maupun layanan darurat.

"Jaringan HP yang putus dan listrik yang padam membuat masyarakat tidak dapat berkomunikasi dan mendapatkan informasi. Ini sangat berbahaya dan tidak dapat dibiarkan," desaknya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved