Banjir Landa Aceh
Usai Banjir, Warga Aceh Timur Ramai-ramai Jual Emas untuk Menyambung Hidup
"Sejak hari pertama kita buka, 90 persen masyarakat menjual emas, untuk keperluan sehari-hari, dan keperluan lainnya usai dilanda banjir," tuturnya.
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Senin (8/12/2025), warga Aceh Timur ramai-ramai menjual perhiasan emas seperti cincin, kalung, gelang & anting ke toko emas untuk memenuhi kebutuhan mendesak pasca banjir.
- Uang hasil penjualan emas dipakai untuk beli beras, kebutuhan sehari-hari, dan perbaikan rumah.
- Sejak buka 1 Desember 2025, 90 persen transaksi berupa pembelian.
- Penjualan emas ke masyarakat baru dibuka pada 8 Desember.
- Pemilik toko mengaku tetap membuka meski situasi belum kondusif karena banyak warga mendesak menjual emas.
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Usai banjir bandang yang meluluhlantakkan Aceh Timur, dan menyebabkan kerugian besar serta kerusakan parah.
Masyarakat Aceh Timur ramai menjual emas.
Pantauan wartawan Serambinews.com (Serambi Indonesia), Maulidi Alfata, masyarakat ramai mendatangi toko emas untuk menjual perhiasan seperti cincin, kalung, gelang hingga antingnya, Senin (8/12/2025).
Uang dari hasil jual emas akan dipergunakan untuk keperluan sehari-hari, mulai dari beli beras, kebutuhan lainnya hingga perbaikan rumah akibat dampak banjir yang melanda Aceh Timur.
Meski tidak semua rumah di Aceh Timur disapu banjir, namun dampak dari banjir tersebut menyebabkan banyak kerusakan hingga mengakibatkan banyak masyarakat hilang perkerjaan dan dampak lainnya.
Satu-satunya cara saat ini, dengan menjual emas yang sempat disimpan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan pemenuhan kebutuhan keluarga.
Penjual emas di Toko Tiara Idi Rayeuk Aceh Timur, Muliadi menjelaskan semenjak ia buka pada Senin (1/12/2025) lalu, ia prioritaskan untuk membeli emas dari para penjual.
Hal itu dilakukan karena banyak, masyarakat yang membutuhkan uang usai banjir bandang untuk keperluan sehari-hari.
"Sejak hari pertama kita buka, 90 persen masyarakat menjual emas, untuk keperluan sehari-hari, dan keperluan lainnya usai dilanda banjir," tuturnya, pada Senin (8/12/2025).
Pada hari pertama buka, toko emas tersebut hanya melayani pembelian dari masyarakat ke toko.
Sementara untuk penjualan emas ke masyarakat masih belum dibuka.
"Untuk saat ini kita baru hari ini yang melayani penjualan, sebelumnya sejak kita buka 1 Desember kita hanya melayani pembelian dari masyarakat yang menjual, karena banyak masyarakat yang membutuhkan uang untuk membeli bahan pokok, atau lainnya usai banjir makanya kita layani pembelian saja," tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa, sebenarnya belum cocok untuk membuka toko dikarenakan suasana belum kondusif, mulai dari ketakutan banjir susulan, hingga takutnya penjarahan.
"Sebenarnya belum cocok kita buka toko, karena situasi masih belum kondusif, kita takut adanya banjir susulan, hingga takut adanya penjarahan kayak kejadian di luar sana," tuturnya.
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
| Bantuan Rumah Rusak Tahap II Disalurkan di Aceh Tamiang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Masyarakat-Aceh-Timur-menjual-emas-ke-toko-untuk-kebutuhan-hidup-udai-banjir-bandang.jpg)