Kamis, 4 Juni 2026

Berita Banda Aceh

LPG Masih Sulit Didapat, Sejumlah Tempat Usaha Tutup, Begini Kata Pertamina

Sejumlah usaha di Banda Aceh, termasuk warung kopi, terpaksa tutup karena sulitnya mendapatkan LPG.

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
ANTRI BELI LPG - Masyarakat sedang antri untuk mendapatkan gas elpiji. 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah usaha di Banda Aceh, termasuk warung kopi, terpaksa tutup karena sulitnya mendapatkan LPG.
  • Distribusi terganggu akibat putusnya Jembatan Kutablang, meski stok di Lhokseumawe dinyatakan cukup.
  • Pertamina menyalurkan lewat jalur laut dan meminta masyarakat tidak panik serta bersabar menunggu pemulihan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Meski Pertamina Patra Niaga sudah mengangkut sembilan mobil skid tank (truk pengangkut gas LPG) pada Sabtu (7/12/2025) dini hari, sejumlah tempat usaha seperti warung kopi terpaksa tutup akibat tidak adanya.

Salah satunya Warkop Taufik Kopi di Lampulo. 

Warkop tersebut sudah tutup selama tiga hari. 

Di depan toko tersebut, bertuliskan kalimat ‘Tutup, Gas Habis’.

Terlebih saat ini masyarakat juga mengeluh masih kesulitan mendapat gas LPG. 

Pemerintah juga sudah melakukan operasi pasar di Banda Aceh, dan mendapat antrian yang cukup panjang dari masyarakat.

Baca juga: Tim Gabungan Polres Aceh Barat Gerebek Kios BBM dan Pangkalan LPG Nakal di Aceh Barat

Bahkan tak sedikit dari mereka sudah mengantri lama, namun tidak mendapat gas. 

“Pengalaman saya ngantri hampir satu setengah jam di Pasar Tani. Pas disamperin petugas, baru dikasih nomor untuk dapat gas,” ujar Ilham, salah seorang warga, Senin (8/12/2025).

Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) III Gas PT Pertamina Patra Niaga Provinsi Aceh, Muhammad Suhanda mengatakan, pasca putusnya Jembatan Kutablang yang berperan sebagai akses vital telah mengganggu proses distribusi LPG di Provinsi Aceh.

“Sehingga beberapa warga melaporkan kesulitan mendapatkan produk subsidi 3 kg dan nonsubsidi 12 kg serta 5,5 kg di pasar,” kata Suhanda kepada Serambinews.com.

Saat ini, terang Suhanda, pihaknya sedang berusaha sekuat tenaga untuk tetap menyalurkan LPG meskipun dalam kondisi tidak biasa. 

"Kami saat ini menggunakan multimoda, menggunakan jalur laut dari Pelabuhan Lhokseumawe menuju Ulee Lheue Banda Aceh untuk mengatasi hambatan akses akibat putusnya jembatan Kutablang,” jelasnya.

Baca juga: Pemerintah Sediakan Kapal Gratis untuk Angkut Warga, Koneksikan Banda Aceh hingga Medan

Untuk bahwa stok LPG di Terminal LPG Lhokseumawe, sangat cukup bahkan lebih dari kebutuhan.

Meski begitu, pihaknya menyadari saat ini masih dalam proses recovery pasca bencana yang terjadi.

“Belum normal 100 persen di sisi stok di daerah, keterbatasan akses akibat jalur yang terganggu," jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak perlu melakukan stock banyak.

Karena secara bertahap menjamin tidak akan ada kekurangan pasokan LPG. 

"Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, dan mohon doa agar pendistribusian tetap lancar dan aman, hingga ke masyaraka," ucapnya.

Baca juga: Wali Kota Banda Aceh Prioritaskan Distribusi LPG untuk Pemulihan Pascabencana

Upaya penyaluran melalui jalur alternatif terus berjalan dan diupayakan agar cepat sampai ke tangan masyarakat. 

Karenanya ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar.

“Karena saat ini proses menggunakan kapal juga memiliki tantangan, dari faktor cuaca, pasang surut air laut, serta perjalanan 12 jam dari Lhokseumawe ke Banda Aceh maupun sebaliknya,” pungkas Suhanda.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved