Banjir Landa Aceh
Pemkab Bener Meriah Datangkan BBM dari Aceh Utara Pakai Kuli Panggul untuk Alat Berat
BBM ini diangkut dengan menggunakan jasa kuli panggul melalui Jalan KKA dari Aceh Utara ke Bener Meriah.
Ringkasan Berita:
- Pemkab Bener Meriah, Provinsi Aceh, mengakui hingga saat ini belum mendapatkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk alat berat.
- Padahal alat berat ini dibutuhkan untuk digunakan membersihkan jalan longsor.
- Pemkab terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk mendatangkan BBM dengan cara lain.
- BBM ini diangkut dengan menggunakan jasa kuli panggul melalui Jalan KKA dari Aceh Utara ke Bener Meriah.
SERAMBINEWS.COM, BENER MERIAH - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah, Provinsi Aceh, mengakui hingga saat ini belum mendapatkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk alat berat.
Padahal alat berat ini dibutuhkan untuk digunakan membersihkan jalan longsor.
Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, mengatakan pihaknya terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk mendatangkan BBM dengan cara lain.
BBM ini diangkut dengan menggunakan jasa kuli panggul melalui Jalan KKA dari Aceh Utara ke Bener Meriah.
"Sampai dengan Selasa 9 Desember pukul 21.00 WIB, pihak posko belum mendapat pasokan BBM yang rencananya akan digunakan untuk menerobos jalan longsor," kata Ilham pada Kompas.com, Selasa (9/12/2025).
Untuk menghindari agar alat berat tersebut berhenti beroperasi, Pemda terpaksa mendatangkan BBM melalui jalan darat dengan menggunakan jasa kuli panggul sebesar Rp 200.000 per jirigen isi 30 liter.
"Kami sangat berharap agar pasokan BBM bisa masuk melalui jalur udara, tururnya.
Baca juga: Update Korban Tewas Banjir Sumatera Bertambah Jadi 964 Orang, 264 Masih Hilang
Menurut Ilham, pasokan BBM ke wilayahnya saat ini menjadi kebutuhan urgent agar akses jalan yang menghubungkan Bener Meriah dengan Aceh Utara dapat diakses kendaraan.
"Agar bisa secepatnya diakses untuk mengangkut kebutuhan masyarakat terutama bahan makanan, obat obatan serta kebutuhan lainnya untuk mendukung pasokan udara," tururnya.
Sebelumnya Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan akses darat ke wilayah Benar Meriah terhambat akibat longsor yang terjadi 26 November 2025 lalu.
Pertamina mengupayakan pasokan BBM dengan berbagai cara.
Akibat akses jalan yang putus, upaya penyaluran terutama Solar dan BBM jenis lain, dilakukan menggunakan pesawat perintis sejak Kamis 4 Desember 2025.
"Pesawat perintis mendarat di Bandara Rembele Benar Meriah. Keterbatasan kapasitas pesawat, BBM yang dibawa terbatas. Penerbangan secara berkala dilakukan, namun memperhatikan kondisi cuaca," ujarnya.
Fahrougi menyebutkan, Benar Meriah menjadi wilayah terdampak yang terisolir sehingga Pertamina memberikan bantuan ekstra untuk menjaga pasokan energi tersedia.
Baca juga: Kejati Aceh Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Singgung Soal Bencana Banjir
Baca juga: Golkar Aceh Kirim Satu Truk Bantuan Kemanusiaan ke Pidie Jaya
Baca juga: Mendagri: Bantuan Anggaran untuk Wilayah Terdampak Banjir Sumatera Bisa Diterima Besok
Sumber: Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Masyarakat-yang-menjadi-kuli-panggul-membawa-BBM-dari-Aceh-Utara-Bener-Meriah.jpg)