Banjir Landa Aceh
Menjaga Senyum Anak-Anak Balee Panah di Tengah Bencana Bersama Tim Komdigi dan Diskominsa Bireuen
Di posko pengungsian, 154 anak duduk melingkar, sibuk mewarnai gambar dengan pensil warna yang baru saja dibagikan.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Di balik genangan air yang merendam rumah-rumah warga Balee Panah, Juli, Bireuen, ada suara tawa yang kembali terdengar.
- Di posko pengungsian, 154 anak duduk melingkar, sibuk mewarnai gambar dengan pensil warna yang baru saja dibagikan.
- Ada yang tertawa saat hasil gambarnya dibandingkan, ada pula yang bercerita tentang rumah mereka yang terendam.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Di balik genangan air yang merendam rumah-rumah warga Balee Panah, Juli, Bireuen, ada suara tawa yang kembali terdengar.
Ratusan anak-anak yang terpaksa tinggal di posko pengungsian, sejenak melupakan rasa takut dan trauma ketika tim Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Diskominsa Bireuen, bersama relawan dan psikolog hadir membawa keceriaan.
Selama tiga hari, 7–9 Desember 2025, tim berjumlah 14 orang itu berkeliling dari Banda Aceh hingga Pidie Jaya, lalu berakhir di Balee Panah.
Mereka bukan sekadar datang membawa bantuan logistik, tetapi juga menghadirkan sesuatu yang lebih berharga: rasa aman dan kebahagiaan bagi anak-anak korban banjir.
Di posko pengungsian, 154 anak duduk melingkar, sibuk mewarnai gambar dengan pensil warna yang baru saja dibagikan.
Ada yang tertawa saat hasil gambarnya dibandingkan, ada pula yang bercerita tentang rumah mereka yang terendam.
Relawan dan psikolog mendampingi, mengajak mereka bermain, bernyanyi, dan bercerita.
“Kalau mewarnai, saya jadi lupa rumah saya kebanjiran,” kata Rani, siswi kelas 3 SD, sambil menunjukkan gambar bunga berwarna cerah.
Di sudut lain, seorang anak laki-laki bernama Fadil bersemangat bercerita, “Saya senang ada kakak-kakak datang. Rasanya seperti sekolah lagi, bisa main sama teman-teman.”
Baca juga: Menteri Ekraf Jelajah Lokasi Banjir di Aceh, Tempuh Jalur Darat dan Terobos Sungai Putus
Mengembalikan Rasa Aman
Bencana bukan hanya merusak fisik rumah, tetapi juga meninggalkan luka batin.
Anak-anak menghadapi kecemasan, trauma, bahkan depresi.
Karena itu, kegiatan sederhana seperti bermain dan mewarnai menjadi terapi awal untuk mengembalikan rasa aman.
| Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Anak-anak-pengungsi-korban-banjir-di-lokasi-pengungsian-Balee-Panah-Juli-Bireuen.jpg)