Rabu, 3 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

200-an Sekolah di Bireuen Rusak Diterjang Banjir, Menyisakan Lumpur Setebal Lutut

Ia menyebutkan kerusakan yang dialami sekolah-sekolah meliputi bangunan yang tergerus arus, peralatan belajar yang hanyut, hingga ruang kelas...

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Yusmandin Idris
Rusak - Salah satu MIN di Cot Ara, Kutablang, Bireuen rusak berat dihantam banjir bandang. 

Ringkasan Berita:
  • Lebih dari 200 sekolah dan madrasah di Bireuen rusak akibat banjir bandang pada 26–27 November 2025.
  • Data terbaru: 52 SD rusak, 44 SMP rusak, 122 TK rusak.
  • Kerusakan meliputi bangunan tergerus arus, peralatan belajar hanyut, dan ruang kelas dipenuhi lumpur setebal lutut.
  • Sejumlah sekolah, terutama SD dan TK, memperpanjang masa libur dan memberi pekerjaan rumah karena ruang kelas belum bisa digunakan.
  • Guru & orang tua ikut membantu membersihkan sekolah, namun banyak gedung belum layak dipakai.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Ratusan sekolah maupun madrasah berbagai jenjang pendidikan di Bireuen mengalami rusak berat maupun rusak ringan.

Ekses endapan lumpur dampak banjir bandang Bireuen  26 dan 27 November 2025 lalu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Dr Muslim kepada Serambinews.com, Selasa (9/12/2025 mengatakan lebih dari 200 satuan pendidikan terdampak dengan tingkat kerusakan beragam.

Dari data terbaru katanya,  sebanyak 52 SD rusak, 44 SMP, dan 122 TK mengalami kerusakan, dari ringan hingga rusak berat.

Ia menyebutkan kerusakan yang dialami sekolah-sekolah meliputi bangunan yang tergerus arus, peralatan belajar yang hanyut, hingga ruang kelas yang dipenuhi lumpur setebal lutut.

Sebagian sekolah membutuhkan waktu lama untuk dipulihkan, khususnya yang berada di
daerah rendah dekat aliran sungai.

Setelah banjir bandang surut, proses pembersihan dilakukan sejak akhir pekan lalu.

Pada Senin (8/12/2025) sejumlah SMA dan SMK yang tidak tertimbun lumpur, mulai
kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

Sejumlah sekolah lain, terutama jenjang SD dan TK yang terdampak paling parah, terpaksa memperpanjang masa libur.

Mereka diberikan pekerjaan rumah. 

Ruang kelas siswa masih dipenuhi lumpur dan peralatan rusak hingga tak dapat digunakan.

Baca juga: Cerita Mantan Bupati Bireuen, Naik Getek Antar Bantuan untuk Korban Banjir

“Guru dan orang tua ikut membantu membersihkan sekolah, tapi kondisi banyak gedung memang belum
memungkinkan. Jadi mereka dikasih pekerjaan rumah,” ujar Muslim. 

Kondisi hampir serupa juga dialami berbagai jenjang madrasah di lingkungan Kankemenag Bireuen.

Berdasarkan data Kemenag Bireuen, madrasah jenjang MIN dari Samalanga hingga Gandapura sebanyak 86
madrasah terdampak banjir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved