Kamis, 4 Juni 2026

Jurnalime Warga

Perjalanan Sukarelawan Muhammadiyah ke Gayo Lues

MDMC merupakan tim tanggap bencana Muhammadiyah yang bertugas mengoordinasikan sumber daya untuk penanggulangan bencana mulai dari

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/HO
SYARIFAH AINI, Sukarelawan Psikososial Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Aceh, melaporkan dari Blangkejeren, Gayo Lues 

Oleh: SYARIFAH AINI, Sukarelawan Psikososial Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Aceh, melaporkan dari Blangkejeren, Gayo Lues

PADA 6 Desember 2025 Tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Aceh berangkat dari Banda Aceh ke Gayo Lues, menempuh jalur paling aman dengan segala perhitungan. Para sukarelawan dalam tim ini terlebih dahulu divaksin, kecuali yang alergi.

MDMC merupakan tim tanggap bencana Muhammadiyah yang bertugas mengoordinasikan sumber daya untuk penanggulangan bencana mulai dari prabencana (mitigasi), tanggap darurat, hingga rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana.

Kami diberi pengarahan sebelum berangkat oleh MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pak Ade, dari tim asistensi dan Pak Zak, serta tim psikososial.

Baca juga: Di Tengah Banjir Aceh, Truk Angkut Kayu Besar Muncul di Sungai Mas Aceh Barat, GeRAK: Ada Pembiaran!

Gelombang kedua ini berangkat dengan sepuluh personel. Terdiri atas tim medis yang dipimpin oleh dr Aslinar SpA., M.Biomed. Tim psikososial dikoordinasikan oleh Hanna Amalia MPsi, Psikolog, dari Fakultas Psikologi Unmuha Aceh, beranggotakan tiga orang.

Sekitar pukul 21.30 WIB, dua mobil Kijang Innova Reborn yang membawa Tim MDMC Aceh bergerak. Kami membawa obat-obatan, ‘higiene kit’, dan logistik sukarelawan yang berangkat.

Sejauh ini MDMC Aceh yang otomatis berkolaborasi dengan LazisMu dan seluruh organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah (Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Tapak Suci, Pemuda Muhammadiyah, dan 'Aisyiyah) dalam merespons kondisi emergensi telah mempunyai 23 titik posko tanggap bencana yang tersebar di seluruh Aceh.

MDMC Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang sudah lebih dulu bertolak ke Aceh Barat Daya pada 5 Desember 2025 pukul 10.00 WIB terdiri atas 26 personel. Mereka tiba di Banda Aceh via udara dan dijemput MDMC Aceh dan rehat semalam di pos koordinasi Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 7 Banda Aceh.

Tim MDMC DIY menunggu di Abdya dan dicarikan  moda transportasi menuju Gayo Lues oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Abdya. Selanjutnya, tim kami konvoi menuju Gayo Lues.

MDMC DIY akan berada sebulan di Posko Gayo Lues agar dapat menjangkau titik-titik terisolasi dan terparah di seputaran Gayo Lues. Lokasi ini merupakan rekomendasi yang diberikan Dinas Kesehatan Aceh.

Karena angkutan umum yang kami sewa harus antre BBM, keberangkatan menjadi terlambat hingga satu jam.

Kami bergerak pukul 11.30 WIB dari Aceh Barat Daya. Tim kami mengambil jalan memutar jalur darat dari barat selatan, jalan lintas Babahrot ke Terangun, Gayo Lues.

Bantuan yang kami bawa, selain logistik, obat-obatan, dan ‘higiene kit’, juga perlengkapan ibu dan anak, untuk disalurkan di Gayo Lues. Titik-titiknya dikoordinasikan di posko setempat.

Longsor di Tongra

Memasuki Terangun, jalanan curam dan terjal bergantian dengan kelokan-kelokan patah. Tiba di Tongra, di beberapa titik terdapat longsoran pada bahu jalan sehingga jalan menjadi sempit dan hanya bisa dilalui satu mobil. 

Bau asap tercium dari kap depan mobil kami. Saat penurunan curam, bau itu makin menyengat dan asap hitam mengepul jelas. Kami panik dan berhenti di penurunan yang sama sekali belum landai. Ada dua mobil yang kami tumpangi mengeluarkan asap.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved