Banjir Landa Aceh
Pimpinan Dayah Qaha: Tangisan Mualem, Tangisan Seluruh Rakyat Aceh
Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat wajib segera mengirimkan bantuan agar Aceh bisa pulih kembali.
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Belum genap setahun memimpin Aceh, Gubernur Muzakir Manaf alias Mualem harus menghadapi ujian berat.
- Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda pada akhir November 2025 memporak-porandakan sejumlah wilayah di Nanggroe Aceh Darussalam.
- Pimpinan Dayah Qaha Ukhwatul Ukhwatul, Tgk Jamaluddin HK, menyampaikan bahwa hingga dua minggu pasca bencana, aktivitas di berbagai kabupaten/kota masih lumpuh.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Belum genap setahun memimpin Aceh, Gubernur Muzakir Manaf alias Mualem harus menghadapi ujian berat.
Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda pada akhir November 2025 memporak-porandakan sejumlah wilayah di Nanggroe Aceh Darussalam.
Daerah terparah meliputi Tamiang, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Utara.
Jembatan putus, akses transportasi terhenti, masyarakat terisolasi, hingga kekurangan pangan dan obat-obatan menjadi potret nyata penderitaan warga.
Pimpinan Dayah Qaha Ukhwatul Ukhwatul, Tgk Jamaluddin HK, menyampaikan bahwa hingga dua minggu pasca bencana, aktivitas di berbagai kabupaten/kota masih lumpuh.
“Banyak lumpur belum bisa dibersihkan, bahkan masjid pun ada yang belum dibersihkan karena kekurangan alat berat,” ujarnya.
Baca juga: Keluarga Besar Fatih Salurkan 2,3 Ton Bantuan untuk Korban Banjir Aceh, Bener Meriah dan Aceh Tengah
Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat wajib segera mengirimkan bantuan agar Aceh bisa pulih kembali.
Selain infrastruktur, sektor pertanian dan perikanan juga hancur.
Persawahan, tambak, dan kebun masyarakat rusak parah, ternak hilang terbawa arus, sementara banyak rumah lenyap tanpa jejak. Kondisi ini membuat Gubernur Muzakir Mualem tak kuasa menahan air mata.
“Tangisan Mualem adalah tangisan seluruh rakyat Aceh,” kata Tgk Jamaluddin.
Baca juga: Dengar Keluhan Korban Banjir Saat ke Pedalaman Aceh Utara, Ketua MPR RI: Parah, Akan Lapor Presiden
Meski demikian, Mualem disebut telah bekerja keras untuk rakyat.
Setiap hari ia turun langsung ke lapangan memastikan distribusi sembako berjalan, bahkan hingga larut malam di pelabuhan demi memastikan bantuan benar-benar sampai kepada relawan dan warga.
Tgk Jamaluddin juga menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang bekerja siang malam membantu korban bencana.
“Mari kita memperbanyak doa agar pemimpin kita diberikan kekuatan oleh Allah SWT. Kita juga berdoa agar Presiden Republik Indonesia menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional, agar Aceh cepat pulih kembali,” tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pimpinan-Dayah-Qaha-Ukhwatul-Ukhwatul-Tgk-Jamaluddin-HK.jpg)