Banjir Landa Aceh
Ulama Aceh Minta Status Bencana Nasional Untuk Percepat Pemulihan Korban Banjir
Ulama se-Aceh mendesak Presiden Prabowo Subianto menetapkan bencana banjir dan dan tanah longsor yang melanda Aceh
11. Doa Bersama untuk Aceh
Tak hanya itu, muzakarah ulama mendorong pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota se-Aceh untuk melakukan revisi anggaran demi menyesuaikan dengan kegiatan penanganan bencana banjir dan lonsor di Aceh.
“Ulama memahami keterbatasan pemerintah daerah dalam menghadapi skala bencana yang besar. Oleh karena itu, muzakarah ini mendesak pemerintah pusat untuk memberikan perhatian serius, dukungan anggaran, serta langkah-langkah strategis jangka pendek dan jangka panjang secara objektif dan proporsional sesuai tingkat kedaruratan yang terjadi,” bunyi poin berikutnya.
Lebih lanjut, Muzakarah Ulama turut mengharapkan Pemerintah Aceh agar dapat menyatukan sikap, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menyampaikan kondisi dan dampak bencana secara jujur, terbuka, dan terukur kepada Pemerintah Pusat sebagai dasar pengambilan kebijakan dan percepatan penanganan.
Ulama juga meminta seluruh pihak-baik pemerintah, lembaga, relawan, maupun masyarakat-diharapkan berlaku jujur, transparan, dan amanah dalam memberikan, mengelola serta menerima bantuan kemanusiaan. Langah ini guna menghindari segala bentuk penyimpangan dan pengkhianatan terhadap kepercayaan publik dan para donatur.
Pada aspek hukum, ulama mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan mengusut secara serius para pelaku perusakan lingkungan yang berkontribusi terhadap terjadinya bencana, serta menindak mereka secara adil sesuai dengan hukum yang berlaku.
Sementara kepada masyarakat, Muzakarah Ulama mendorong seluruh lapisan masyarakat Aceh diimbau untuk bersatu, saling tolong-menolong, bahu-membahu membantu saudara-saudara yang terdampak musibah sebagai wujud ukhuwah Islamiyah dan kemanusiaan.
“Seluruh elemen masyarakat Aceh maupun luar Aceh diimbau untuk tidak menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, caci maki, maupun provokasi yang dapat memperkeruh suasana di tengah kondisi musibah dan penderitaan korban,” bunyi poin rekomendasi Muzakarah Ulama.
Berikutnya pada aspek keagamaan, Muzakarah Ulama mengimbau seluruh komponen masyarakat untuk menghidupkan masjid-masjid, baik di daerah yang terdampak bencana maupun tidak, dengan berbagai kegiatan ibadah, doa bersama, penguatan spiritual, serta aktivitas sosial-keagamaan yang dapat menenangkan dan menguatkan masyarakat.
Muzakarah ini mengajak seluruh umat Islam untuk terus memanjatkan doa kepada Allah Swt. demi keselamatan, pemulihan, dan kemakmuran Aceh serta daerah-daerah lain yang terdampak bencana.
“Masyarakat Aceh diajak untuk memperbanyak ibadah, amal saleh, serta senantiasa berharap dan memohon pertolongan kepada Allah Swt sebagai ikhtiar batin demi keselamatan, pemulihan, dan untuk kemakmuran Masyarakat Aceh,” bunyi poin terakhir rekomendasi Muzakarah Ulama.(ra)
Banjir Landa Aceh
Ulama Aceh Minta Status Bencana Nasional
Aceh Desak Status Bencana Nasional
Status Bencana Nasional
Ketua MPU Aceh Tgk H Faisal Ali
Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman
Seluruh Ulama Aceh
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
| Bupati Bireuen Tinjau Lokasi Pembangunan Huntap |
|
|---|
| Mendagri Kirim 7 Alat Berat Untuk Pemulihan Aceh Tengah dari Bencana |
|
|---|
| Penyeberangan Lewat Jembatan Apung Kepala Hiudi Peusangan Siblah Krueng Lancar Kembali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ulama-Se-Aceh-Minta-Status-Bencana-Nasional.jpg)