Jumat, 8 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Gas Elpiji Langka, Warga Takengon Terpaksa Pungut Kayu Hanyut untuk Masak

Warga di seputaran Kota Takengon terpaksa beralih menggunakan kayu bakar dan memanfaatkan aliran sungai untuk kebutuhan

Tayang:
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Alga Mahate Ara
Keterangan: Masyarakat Kampung Hakim Bale Bujang dan Asir-Asir Asia memanfaatkan kayu bekas material longsor dan banjir di kawasan pintu keluar Danau Lut Tawar, Sungai Peusangan, Kampung Hakim Bale Bujang, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (17/12/2025). 

Laporan Alga Mahate Ara|Aceh Tengah

TRIBUNGAYO.COM, TAKENGON – Dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah sejak akhir November lalu kini memicu krisis energi dan sanitasi yang berkepanjangan. 

Warga di seputaran Kota Takengon terpaksa beralih menggunakan kayu bakar dan memanfaatkan aliran sungai untuk kebutuhan domestik akibat lumpuhnya distribusi logistik dan rusaknya infrastruktur air bersih.

Di kawasan pintu keluar air Danau Lut Tawar, Desa Hakim Bale Bujang, Kecamatan Lut Tawar, puluhan warga terlihat sibuk mengumpulkan gelondongan kayu yang mengapung di aliran Sungai Peusangan, Rabu (17/12/2025). 

Material kayu tersebut merupakan sisa longsoran pegunungan yang terbawa arus saat bencana melanda wilayah tersebut beberapa pekan lalu.

Peralihan warga ke kayu bakar bukan tanpa alasan. 

Terputusnya akses jalan darat utama menuju Aceh Tengah mengakibatkan distribusi energi dari Pertamina terhambat. 

Baca juga: Pilunya Warga Bener Meriah Jalan Kaki Berjam-jam Pangkul Tabung Gas dan Sekarung Beras

Kelangkaan gas elpiji (LPG) ukuran 3 kilogram maupun 12 kilogram di pasar membuat dapur warga terancam tidak lagi mengebul.

"Kami kesulitan mendapatkan gas elpiji karena pasokan tidak ada sudah hampir 3 minggu. Kayu hanyut ini menjadi solusi terakhir agar dapur tetap bisa mengebul," ujar Wijaya, salah seorang warga yang ditemui di lokasi.

Aktivitas memunguti kayu ini telah berlangsung selama dua hari terakhir. 

Warga mengumpulkan kayu berbagai ukuran sebelum material tersebut hanyut lebih jauh ke aliran Sungai Peusangan dan berpotensi menyumbat pintu air yang dapat memicu bermacam permasalahan lainya.

Selain masalah energi, warga juga menghadapi krisis air bersih. 

Baca juga: Terobos Lumpur Dengan Jalan Curam, 12 Trail Polres Pidie Antar Bantuan ke Terisolir Aceh Tengah

Hingga kini, distribusi air bersih ke sejumlah rumah-rumah warga di Kampung Hakim Bale Bujang dan sekitarnya masih terputus total. 

Cuci pakaian di sungai

Warga terpaksa turun ke sungai untuk mencuci pakaian, peralatan dapur, hingga membersihkan kendaraan.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan masalah kesehatan, mengingat kualitas air sungai pascabencana belum tentu layak untuk kebutuhan sanitasi rumah tangga. 

Baca juga: Pengungsi Aceh Tengah Ngadu ke Presiden, Prabowo: Kami Tidak Punya Tongkat Nabi Musa, Mohon Sabar

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved