Breaking News
Rabu, 3 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Ngohwan Minta Pertamina Gelar Operasi Pasar agar Distribusi LPG Merata dan Harga Terjangkau

Ketua Fraksi PKB di DPR Aceh Munawar AR atau Ngohwan Minta Pertamina Gelar Operasi Pasar agar Distribusi LPG Merata dan Harga Terjangkau

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
For Serambinews
Ketua Fraksi PKB di DPR Aceh, Munawar AR yang akrab disapa Ngohwan berharap Pertamina gencarkan operasi pasar untuk distribusi LPG ke masyarakat 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Fraksi PKB di DPR Aceh, Munawar Ar Ngohwan meminta Pertamina menambah stok LPG (Liquefied Petroleum Gas) atau Elpiji 12 Kg dan 3 Kg ke Aceh

Pihak Pertamina juga harus gencar melakukan operasi pasar supaya distribusi LPG merata sekaligus masyarakat mendapatkan Elpiji  sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Saya mendapatkan keluhan dari masyarakat yang mengaku kesulitan mendapatkan LPG

Bahkan masyarakat terpaksa memasak dengan kayu bakar di Aceh

Apalagi di beberapa lokasi pangkalan Elpiji terlihat antrean panjang hingga ke jalan," ujarnya.

Operasi pasar, kata Ngohwan, sangat penting untuk memperluas distribusi LPG ke masyarakat.

Disisi lain, operasi pasar juga membuat masyarakat dapat membeli harga LPG sesuai HET.

Seperti diketahui, masih ada masyarakat bawah yang punya uang pas-pas dalam kondisi begini.

"Selain distribusi merata ke masyarakat, operasi pasar juga mencegah oknum tak bertanggung jawab yang ingin mengambil keuntungan saat kesulitan setelah banjir Aceh.

Dengan membeli elpiji sesuai dengan HET, sisa uang dapat digunakan untuk kebutuhan lain yang mendesak," ujar politisi muda PKB.

Baca juga: Gas Elpiji Langka, Warga Takengon Terpaksa Pungut Kayu Hanyut untuk Masak

Ditambahkan Ngohwan, terkait kelangkaan yang tidak dapat diawasi dengan baik, maka permainan harga makin meraja lela.

Informasi dari masyarakat harga elpiji 3 kilogram yang biasanya Rp 20.000, kini tembus Rp 50.000 bahkan lebih.

Tabung gas elpiji 12 Kg di pasaran bahkan ada oknum penjual nakal di jual dengan harga mencapai Rp 400.000 per tabung.

"Masyarakat terus menderita selain langka, harga elpiji dipermainkan untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya pascabencana," ujarnya.

Ngohwan juga memuji aksi semua pihak yang bekerja keras setelah bencana Aceh.

Termasuk PT Pertamina Patra Niaga yang terus memasok elpiji untuk menjangkau masyarakat yang terdampak bencana.

"Saya baca berita di Serambi, PT Pertamina Patra Niaga menyalurkan 360 ton elpiji ke 10 kabupaten/kota di Aceh pascabencana alam yang merusak akses jalan utama. 

Distribusi dilakukan melalui jalur laut menggunakan dua kapal, yakni Kapal Wira Loewisa dan Kapal Aceh Hebat 2, yang mengangkut total 24 unit skid tank dari Lhokseumawe ke Banda Aceh," ujarnya.

Baca juga: Pertamina Salurkan 360 Ton Elpiji Untuk 10 Kabupaten/Kota di Aceh

Ngohwan memahami akibat bencana ini merusak sejumlah insfratruktur jalan dan jembatan di Aceh.

Kondisi ini menyulitkan distribusi logistik ke pedalaman yang menimpa bencana di berbagai daerah di Aceh.

"Hal ini yang menghambat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk Elpiji. Sehingga Pertamina harus menggunakan jalur laut dan udara untuk memperluas distribusi LPG ke daerah terdampak bencana," ujar Ngohwan yang juga Sekretaris DPW PKB Aceh.

Berharap normal kembali

ANTRI BELI GAS - Warga mengantri untuk membeli gas elpiji bersubsidi di gerai KDMP Desa Komplek Geuceu, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Kamis (18/9/2025).
ANTRI BELI GAS - Warga mengantri untuk membeli gas elpiji bersubsidi di gerai KDMP Desa Komplek Geuceu, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Kamis (18/9/2025). (SERAMBINEWS.COM/ INDRA WIJAYA)

Dikatakan Ngohwan, seiring dengan tuntasnya pembangunan jembatan bailey dan fasilitas jalan, distribusi logistik, termasuk Elpiji akan normal kembali. 

Tapi dalam situasi sulit ini, merupakan hal yang luar biasa bila makin banyak masyarakat mendapatkan Elpiji dengan harga sesuai HET.

"Kita berharap kondisi Aceh yang tertimpa bencana alam ini segara berangsur normal lagi. Sehingga perekonomian pulih kembali dan masyarakat secara pelan - pelan.

Warga dapat menjalani kehidupan normal kembali dalam masa tanggap darurat dan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascabencana banjir yang melanda Aceh, Sumut dan Sumbar," ujar Ngohwan.(adi)

Baca juga: Tinggal di Gubuk Reot di Peukan Bada, Amri Menangis Saat Terima Bantuan dari Ngohwan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved